Irawan Setyabudi
Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PERENCANAAN AREA PUBLIK DESA KEJAPANAN BERBASIS AGROEDUWISATA: Assisted Planning of Agroedutourism-Based Public Areas in Kejapanan Village Bernadeta Hermin Nadia; Saul Ndena Ngabi; Hesti Triana; Irawan Setyabudi; Mochammad Azkari Hisbulloh Akbar; Rizki Alfian
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i2.260

Abstract

Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agroeduwisata melalui optimalisasi area publik yang mampu mengintegrasikan fungsi edukasi, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun, pemanfaatan ruang publik yang tersedia belum didukung oleh perencanaan kawasan yang terarah dan partisipatif sehingga pengembangan potensi desa belum berjalan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi pemerintah desa dan masyarakat dalam menyusun perencanaan area publik berbasis agroeduwisata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah setempat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi Focus Group Discussion (FGD), survei lapangan, inventarisasi kondisi tapak, identifikasi potensi dan permasalahan kawasan, serta penyusunan konsep dan desain kawasan secara kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya rancangan area publik yang terdiri atas zona edukasi pertanian anak, zona bermain, zona panggung nusantara, zona pengelolaan dan pemasaran produk UMKM, serta zona sirkulasi dan pengunjung yang terintegrasi. Selain itu, dihasilkan rekomendasi penataan drainase, vegetasi, fasilitas pendukung, dan model pengelolaan kawasan untuk meningkatkan kenyamanan, produktivitas, serta keberlanjutan pemanfaatan ruang publik desa. Kegiatan pendampingan ini memberikan kontribusi dalam penyediaan dokumen perencanaan yang dapat dijadikan acuan pengembangan kawasan agroeduwisata sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal, edukasi masyarakat, dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
The Role of the Millennial Generation in Developing Urban Farming as a Food Security Solution for Times of Crisis in Indonesia Eri Yusnita Arvianti; Irawan Setyabudi; Retno Ayu Dewi Novita
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2393

Abstract

This research analyses the role of millennials in the development of urban farming in Malang Regency, representing an area with high urban farming potential in Indonesia. Using a quantitative approach through an explanatory survey design, the study involved 210 millennial farmer respondents (aged 25-40) from 33 sub-districts in Malang Regency. Data was collected through a structured questionnaire with a 5-point Likert scale and analysed using PLS-SEM with WarpPLS 8.0. The model tests the relationship between five exogenous variables: Digital Technology Competency (X1), Entrepreneurial Ability (X2), Technical Knowledge (X3), Sustainability Awareness (X4), and Ecosystem Support (X5), and Local Food Resilience (Y), with Innovation Adoption (M) as a mediator. The main findings show the model is excellent (R² = 0.937) with all hypotheses significantly confirmed. Entrepreneurial ability has the strongest influence (β=0.42, p<0.05), followed by Digital Technology Competence and Ecosystem Support (β=0.36), Sustainability Awareness (β=0.31), and Technical Knowledge (β=0.25). Innovation adoption is proven to be an effective mediator, especially through Ecosystem Support (β=0.65, p<0.01). The research identified two innovative models: the NFT Vertical Hydroponic System and the IoT-based Smart Greenhouse Integrated Farming, which achieved 90% water efficiency and produced premium products. The significance of the research lies in its theoretical contribution regarding the role of millennials in food security and its practical implications for the development of national agricultural policy. The findings can be replicated in other urban areas of Indonesia with similar demographic and geographic characteristics, providing a blueprint for sustainable urban farming development to strengthen national food security.