Astriyani A. Papuangan
Institut Agama Islam As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN JAMBULA KECAMATAN PULAU TERNATE KOTA TERNATE Astriyani A. Papuangan; Ismail
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 2 No 2 (2023): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/iqra.v2i2.26

Abstract

Studi ini membahas tentang aktifitas social masyarakat nelayan di Kelurahan Jambula Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate. Adapun masalah penelitian yang diteliti dalam penelitian ini adalah mengetahui kehidupan masyarakat nelayan di Kelurahan Jambula, baik dari aspek sosial, maupun peran pemerintah untuk transformasi kehidupan sosial. Dalam penelitian ini menggunakan metodologi penelitian pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data penelitian menggunakan Teknik observasi dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian ini akan menunjukkan kehidupan social masyarakat nelayan mulai dari pekerjaan, pendapatan, mata pencaharian kehidupan dan lingkungan kemasyarakatan.
BUDAYA JOGET (BARONGGENG) PEREMPUAN BERHIJAB KAJIAN KONTEMPORER PADA MASYARAKAT KELURAHAN KASTELA KECAMATAN PULAU TERNATE KOTA TERNATE 2026 Astriyani A. Papuangan; Suhardi Muhammad; Nurmi Budiman
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 5 No 1 (2026): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna budaya joget (baronggeng) bagi masyarakat Kelurahan Kastela, mengkaji konstruksi identitas perempuan berhijab yang berpartisipasi dalam praktik baronggeng, serta menjelaskan proses negosiasi antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya baronggeng tetap dimaknai sebagai identitas budaya lokal yang memperkuat solidaritas sosial dan menjadi media pewarisan nilai antargenerasi. Keterlibatan perempuan berhijab dalam praktik baronggeng mencerminkan proses negosiasi identitas antara budaya lokal dan identitas keagamaan, di mana hijab tidak dipahami sebagai penghalang terhadap partisipasi budaya, melainkan sebagai simbol religius yang hidup berdampingan dengan tradisi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya joget (baronggeng) di Kelurahan Kastela mengalami transformasi tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Tradisi tersebut menjadi ruang dialog antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam serta menghasilkan bentuk identitas sosial yang adaptif terhadap dinamika masyarakat kontemporer. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian antropologi budaya, sosiologi agama, dan studi gender, sekaligus menjadi masukan bagi upaya pelestarian budaya lokal yang inklusif dan berkelanjutan.