Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna budaya joget (baronggeng) bagi masyarakat Kelurahan Kastela, mengkaji konstruksi identitas perempuan berhijab yang berpartisipasi dalam praktik baronggeng, serta menjelaskan proses negosiasi antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya baronggeng tetap dimaknai sebagai identitas budaya lokal yang memperkuat solidaritas sosial dan menjadi media pewarisan nilai antargenerasi. Keterlibatan perempuan berhijab dalam praktik baronggeng mencerminkan proses negosiasi identitas antara budaya lokal dan identitas keagamaan, di mana hijab tidak dipahami sebagai penghalang terhadap partisipasi budaya, melainkan sebagai simbol religius yang hidup berdampingan dengan tradisi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya joget (baronggeng) di Kelurahan Kastela mengalami transformasi tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Tradisi tersebut menjadi ruang dialog antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam serta menghasilkan bentuk identitas sosial yang adaptif terhadap dinamika masyarakat kontemporer. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian antropologi budaya, sosiologi agama, dan studi gender, sekaligus menjadi masukan bagi upaya pelestarian budaya lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026