Guntur Sekti Wijaya
Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perempuan, Lingkungan, dan Perlawanan terhadap Eksploitasi Alam dalam Film Petualangan Sherina 2 Erawati Dwi Lestari; Guntur Sekti Wijaya
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v4i1.9058

Abstract

Krisis lingkungan dan meningkatnya eksploitasi alam telah mendorong munculnya berbagai representasi tentang hubungan manusia dan lingkungan dalam media populer, termasuk film. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan, lingkungan, dan perlawanan terhadap eksploitasi alam dalam film Petualangan Sherina 2 menggunakan perspektif ekofeminisme Vandana Shiva. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data primer berupa film Petualangan Sherina 2, sedangkan data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan telaah pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, perempuan direpresentasikan sebagai agen kesadaran ekologis melalui kepedulian Sherina terhadap konservasi orangutan. Kedua, film menampilkan solidaritas pengetahuan ekologis perempuan melalui kolaborasi antara Sherina dan Sindai dalam upaya penyelamatan satwa liar. Ketiga, perempuan direpresentasikan sebagai aktor perlawanan terhadap eksploitasi alam melalui penyelamatan orangutan, pengungkapan perdagangan satwa liar, serta penyebaran informasi yang mendorong kesadaran publik. Penelitian ini memperkaya kajian ekofeminisme dalam studi film Indonesia dengan menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya direpresentasikan sebagai sosok yang dekat dengan alam, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membangun kesadaran ekologis dan mendorong perlindungan lingkungan.