Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGY FORMULATIONS FOR REVITALIZING NAMPAN CLOTH THROUGH A CULTURAL PRODUCT DESIGN APPROACH TO SUPPORT LAMPUNG'S CREATIVE ECONOMY INNOVATION Hadi Kurniawan; Djuniwarti
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 8 No 2 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v8i2.1662

Abstract

Kain nampan merupakan salah satu kekayaan tekstil tradisional Lampung yang memiliki nilai filosofis dan estetis yang tinggi. Tekstil ini menghadapi ancaman pelestarian akibat berbagai permasalahan, seperti keterbatasan dokumentasi dan literatur ilmiah, pergeseran nilai kehidupan masyarakat, serta krisis regenerasi perajin lokal. Kain nampan memiliki potensi untuk menjadi produk unggulan daerah melalui nilai estetis dan filosofisnya yang tinggi guna mendukung kemajuan ekonomi kreatif. Hal tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap strategi pengembangan kain nampan untuk mendukung pelestarian seni budaya dan ekonomi kreatif lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi revitalisasi kain nampan melalui pendekatan Cultural Product Design guna mendukung inovasi ekonomi kreatif di Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan cultural product design. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi, kajian pustaka, serta analisis visual terhadap motif, teknik, fungsi, dan nilai simbolik kain nampan. Hasil pengumpulan data menjadi dasar dalam mengidentifikasi dan merumuskan strategi revitalisasi terhadap potensi pengembangan kain nampan dalam konteks fesyen dan produk kreatif kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kain nampan dapat dilakukan melalui beberapa strategi, yaitu reinterpretasi visual motif tradisional, penguatan cultural storytelling, serta adaptasi nilai estetis tekstil ke dalam produk kontemporer. Strategi tersebut dapat diimplementasikan melalui pengembangan cultural branding, digitalisasi promosi kain nampan, penguatan dokumentasi visual, serta integrasi tradisi tekstil ini ke dalam industri fesyen dan industri kreatif kontemporer. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan cultural product design dapat menjadi kerangka strategis dalam menghubungkan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa revitalisasi kain nampan tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga pada transformasi nilai budaya menjadi sumber inovasi ekonomi kreatif yang adaptif, kompetitif, dan relevan terhadap perkembangan industri fesyen kontemporer di Lampung.
PENCIPTAAN BUSANA READY TO WEAR INSPIRASI TOPENG CIREBON DENGAN TEKNIK SULAM LEKAPAN BENANG Fransiska Natalia Puliawan; Djuniwarti; M Tavip
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.9.1.33

Abstract

Abstrak: Topeng Cirebon merupakan kesenian lokal yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat, yang mencakup unsur seni tari, musik, dan rupa yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakatnya sebagai simbol siklus hidup manusia. Secara visual, kesenian ini merepresentasikan karakter manusia yang beragam dalam kehidupan. Penciptaan ini didasari oleh Topeng Cirebon masih minim dijadikan inspirasi dalam industri fashion kontemporer oleh desainer-desainer sebelumnya. Hal inilah yang  menjadi landasan kuat bagi pengkaryaan ini untuk menciptakan sebuah inovasi busana masa kini yang mampu merepresentasikan dua (2) jenis topeng Cirebon yang tetap konsisten mengedepankan aspek fungsionalitas bagi penggunanya. Pada karya ini  menggabungkan dengan pengaplikasian teknik sulam lekapan benang  yang memberikan tekstur pada permukaan busana dan menghasilkan visual yang lebih jelas serta nilai tambah. Penciptaan ini tidak hanya fokus pada estetika semata, tetapi juga bertujuan untuk memperkaya perbendaharaan dan variasi bentuk busana yang distingtif jika dibandingkan dengan karya-karya sejenis yang telah ada sebelumnya. Dengan menggunakan metode practice-led research yang mencakup rangkaian proses sistematis meliputi tahapan praperancangan, perancangan, pewujudan, dan penyajian, penelitian ini berhasil menghasilkan dua (2) look busana ready-to-wear yang inovatif. Melalui hasil akhir ini, diharapkan karya tersebut dapat menjadi referensi baru dalam pengembangan busana berbasis tradisi yang relevan dengan kebutuhan industri fashion modern saat ini. Abstract: Cirebon masks are a local art form originating from Cirebon, West Java. They encompass elements of dance, music, and visual arts, deeply rooted in the community's life as a philosophical symbol of the human life cycle. Visually, this art form represents the diverse character of human life. Visually, this art form represents the diverse character of human life. This creation is based on the Cirebon mask, which has rarely been used as inspiration in the contemporary fashion industry by previous designers. This is what is a strong foundation for this work to create a contemporary fashion innovation that is able to represent two (2) types of Cirebon masks that consistently prioritize the functional aspect for the user. This work combines the application of thread embroidery techniques which provide texture to the surface of the clothing and produce clearer visuals and added value. This creation does not only focus on aesthetics alone, but also aims to enrich the repertoire and variation of distinctive clothing forms when compared to similar works that have existed before. By using the practice-led research method which includes a series of systematic processes including pre-design, design, realization and presentation stages, this research succeeded in producing two (2) innovative ready-to-wear fashion looks. Through this final result, it is hoped that this work can become a new reference in the development of tradition based clothing that is relevant to the needs of today's modern fashion industry.