Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pamor Sekar Kopi sebagai Inspirasi Motif Tekstil Cetak pada Busana Ready to Wear Deluxe Bergaya Cyberpunk Matahari Partita Swara; Haidarsyah Dwi Albahi; Hadi Kurniawan
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.8.2.143

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya desainer busana yang mengeksplorasi desain ready to wear deluxe bergaya cyberpunk melalui penerapan kain cetak yang terinspirasi dari pamor Sekar Kopi pada keris. Dalam lanskap mode kontemporer, nilai-nilai artistik, simbolik, dan filosofis yang terkandung dalam pamor tersebut semakin kurang dikenal oleh generasi muda. Akibatnya, warisan budaya tradisional berisiko terpinggirkan dalam budaya visual modern. Oleh karena itu, penelitian penciptaan ini bertujuan untuk memperkaya keberagaman karya fesyen kontemporer sekaligus memperkenalkan kembali makna estetika dan filosofis pamor Keris Sekar Kopi kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Proses penciptaan karya menerapkan pendekatan practice-based research yang melalui tiga tahapan utama, yaitu eksplorasi, pengembangan desain, dan perwujudan. Tahap eksplorasi berfokus pada kajian visual, simbolik, dan konseptual pamor Sekar Kopi; tahap pengembangan desain menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam bentuk visual bergaya cyberpunk; sedangkan tahap perwujudan merealisasikan desain melalui teknik digital printing pada kain. Hasil dari penelitian penciptaan ini berupa enam karya busana ready to wear deluxe yang mengintegrasikan simbolisme budaya tradisional dengan estetika futuristik cyberpunk. Karya-karya tersebut ditampilkan dalam sebuah pergelaran busana pada Jogja Fashion Parade, yang menunjukkan potensi teknologi digital. Abstract: This research is motivated by the lack of fashion designers who explore ready-to-wear deluxe designs with a cyberpunk style through the application of printed fabrics inspired by the pamor Sekar Kopi of the keris. In the contemporary fashion landscape, the artistic, symbolic, and philosophical values embodied in this pamor are increasingly unfamiliar to the younger generation. As a result, traditional cultural heritage risks being marginalized within modern visual culture. Therefore, this creative research aims to expand the diversity of contemporary fashion works while reintroducing the aesthetic and philosophical significance of the Keris Sekar Kopi pamor to the general public, particularly young audiences. The creation process applies a practice-based approach using three main stages: exploration, design development, and realization. The exploration stage focuses on visual, symbolic, and conceptual studies of the Sekar Kopi pamor; the design stage translates these values into cyberpunk-inspired visual forms; and the realization stage materializes the designs through digital printing techniques on fabric. The outcome of this creative research consists of six ready-to-wear deluxe fashion pieces that integrate traditional cultural symbolism with futuristic cyberpunk aesthetics. These works were showcased in a fashion show at the Jogja Fashion Parade, demonstrating the potential of digital technology and contemporary fashion design as a medium for cultural reinterpretation and preservation.
STRATEGY FORMULATIONS FOR REVITALIZING NAMPAN CLOTH THROUGH A CULTURAL PRODUCT DESIGN APPROACH TO SUPPORT LAMPUNG'S CREATIVE ECONOMY INNOVATION Hadi Kurniawan; Djuniwarti
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 8 No 2 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v8i2.1662

Abstract

Kain nampan merupakan salah satu kekayaan tekstil tradisional Lampung yang memiliki nilai filosofis dan estetis yang tinggi. Tekstil ini menghadapi ancaman pelestarian akibat berbagai permasalahan, seperti keterbatasan dokumentasi dan literatur ilmiah, pergeseran nilai kehidupan masyarakat, serta krisis regenerasi perajin lokal. Kain nampan memiliki potensi untuk menjadi produk unggulan daerah melalui nilai estetis dan filosofisnya yang tinggi guna mendukung kemajuan ekonomi kreatif. Hal tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap strategi pengembangan kain nampan untuk mendukung pelestarian seni budaya dan ekonomi kreatif lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi revitalisasi kain nampan melalui pendekatan Cultural Product Design guna mendukung inovasi ekonomi kreatif di Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan cultural product design. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi, kajian pustaka, serta analisis visual terhadap motif, teknik, fungsi, dan nilai simbolik kain nampan. Hasil pengumpulan data menjadi dasar dalam mengidentifikasi dan merumuskan strategi revitalisasi terhadap potensi pengembangan kain nampan dalam konteks fesyen dan produk kreatif kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kain nampan dapat dilakukan melalui beberapa strategi, yaitu reinterpretasi visual motif tradisional, penguatan cultural storytelling, serta adaptasi nilai estetis tekstil ke dalam produk kontemporer. Strategi tersebut dapat diimplementasikan melalui pengembangan cultural branding, digitalisasi promosi kain nampan, penguatan dokumentasi visual, serta integrasi tradisi tekstil ini ke dalam industri fesyen dan industri kreatif kontemporer. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan cultural product design dapat menjadi kerangka strategis dalam menghubungkan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa revitalisasi kain nampan tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga pada transformasi nilai budaya menjadi sumber inovasi ekonomi kreatif yang adaptif, kompetitif, dan relevan terhadap perkembangan industri fesyen kontemporer di Lampung.