Ade Tria Ahmad
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak Di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Ade Tria Ahmad; Ani Retni; Wiwi Susanti Piola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.824

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan pada anak di Indonesia, termasuk di Kota Gorontalo. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian DBD, seperti tingkat pengetahuan orang tua, perilaku pencegahan, dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD pada anak di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.Penelitian menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 60 responden, terdiri dari 30 kasus (anak dengan DBD) dan 30 kontrol (anak tidak DBD), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku orang tua dalam upaya pencegahan DBD dengan kejadian DBD pada anak (p < 0,05). Orang tua yang memiliki perilaku pencegahan DBD yang kurang baik berisiko lebih besar memiliki anak yang mengalami DBD dibandingkan dengan orang tua yang menerapkan perilaku pencegahan yang baik. Selain itu, variabel lain yang diteliti juga menunjukkan hubungan dengan kejadian DBD.Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku orang tua berhubungan dengan kejadian DBD pada anak, sedangkan tingkat pengetahuan orang tua tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian DBD pada anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan perilaku pencegahan melalui edukasi dan promosi kesehatan yang berkelanjutan guna menurunkan kejadian DBD pada anak.