Andi Safutra Suraya
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kejadian Infeksi Luka Pada Pasien DM Tipe 2 Di Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango Sri Dewi A. Jubair; Haslinda Damansyah; Nurliah Nurliah; Andi Safutra Suraya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.925

Abstract

Infeksi luka pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu komplikasi serius yang dapat memperburuk kondisi klinis pasien, meningkatkan lama rawat inap, serta berisiko menyebabkan amputasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, lama menderita DM, kontrol glikemik, dan adanya komorbiditas. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi  dengan kejadian infeksi luka pada pasien DM tipe 2 di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang merupakan pasien DM tipe 2, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berusia >40 tahun yang terinfeksi luka sebanyak 16 (48.4%), responden yang berjenis kelamin Perempuan tidak infeksi luka sebanyak 12 (36.4%), responden yang <5 tahun menderita DM Tipe 2 dengan tidak infeksi luka sebanyak 10 (30.3%), responden yang tidak terkontrol terdapat infeksi luka sebanyak 18 (54.5%) dan responden yang terdapat komorbiditas hipertensi ada infeksi sebanyak 20 (45.4%). Hasil uji bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value <0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara faktor risiko dengan kejadian infeksi luka pada pasien DM tipe 2. Kesimpulan: Faktor usia, lama menderita DM, kontrol glikemik, dan komorbiditas memiliki peran penting terhadap kejadian infeksi luka pada pasien DM tipe 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan upaya promotif dan preventif, khususnya dalam pengendalian gula darah dan perawatan luka secara optimal.