Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Peran Pendamping Minum Obat (PMO) Dan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru Di UPT Puskesmas Tekung Lumajang: The Relationship Between The Role Of Medication Adherence Supporters (PMO) And Motivation With The Adherence To Medication In Pulmonary Tuberculosis Patients At The Tekung Lumajang Health Center Muhammad Ali Shofyan; Ro’isah; R. Endro Sulistyono; Ana Fitria Nusantara
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.235

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien yang tinggi. Kurangnya motivasi dan lemahnya pendampingan selama masa pengobatan dapat menyebabkan ketidakpatuhan pasien, yang berisiko menimbulkan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran Pendamping Minum Obat (PMO) dan motivasi dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Tekung Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi analitik. Sampel berjumlah 35 responden yang diambil dengan teknik Purposive sampling. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki peran PMO dalam kategori sangat baik (65,7%), motivasi tinggi (74,3%), dan tingkat kepatuhan yang patuh (77,1%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran PMO dengan kepatuhan (p = 0,000; r = 0,626) dan motivasi dengan kepatuhan (p = 0,000; r = 0,926). Sehingga Temuan ini sesuai dengan teori bahwa faktor eksternal seperti dukungan dari PMO dan faktor internal seperti motivasi sangat mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB Paru. Di harapkan intervensi peningkatan kualitas PMO serta upaya memperkuat motivasi pasien melalui edukasi dan dukungan sosial dalam meningkatkan keberhasilan terapi TB Paru
Efektivitas Pemberian Teh Daun Salam terhadap Tingkat Nyeri Pasien Gout Arthritis di Desa Umbulsari: The Effectiveness of Bay Leaf Tea in Reducing Pain Levels in Patients with Gouty Arthritis in Umbulsari Village Muhamad Syafaat; Ro’isah; Ana Fitria Nusantara; R. Endro Sulistyono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.356

Abstract

Latar Belakang: Tingginya beban kerja dan bertambahnya usia masyarakat di Desa Umbulsari menjadi faktor pemicu munculnya Gout Arthritis. Kondisi ini memerlukan penanganan yang efektif dan mudah diterapkan. Salah satu alternatifnya adalah mengkonsumsi rutin teh daun salam yang memiliki kandungan antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas teh daun salam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien Gout Arthritis di Desa Umbulsari. Penelitian dilaksanakan pada 21–27 Juli 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest pada 30 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan skala nyeri menjadi 1–3 (nyeri ringan) setelah pemberian teh daun salam. Uji Wilcoxon menghasilkan p-value = 0,01 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pemberian teh daun salam terbukti efektif menurunkan nyeri pada pasien Gout Arthritis. Kandungan antiinflamasi dan analgesik pada daun salam berperan dalam mengurangi peradangan dan rasa sakit. Terapi ini mudah diterapkan secara mandiri dan dapat menjadi pilihan nonfarmakologis dalam mengontrol nyeri Gout Arthritis.