Hikmat Pramajati
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesiapsiagaan Siswa SMP dalam Menghadapi Bencana Longsor di Wilayah Perkotaan dan Non-Perkotaan Kabupaten Sumedang: Preparedness of Junior High School Students in Facing Landslide Disasters in Urban and Non-Urban Areas of Sumedang Regency Risma Hidayah; Hikmat Pramajati; Rafika Rosyda
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i2.247

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Sumedang merupakan wilayah dengan topografi perbukitan yang memiliki tingkat kerawanan bencana longsor yang tinggi, sehingga kelompok rentan seperti siswa SMP memerlukan kesiapsiagaan yang optimal untuk meminimalkan risiko. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan tingkat kesiapsiagaan siswa SMP di wilayah perkotaan dan non-perkotaan Kabupaten Sumedang dalam menghadapi bencana longsor. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 268 responden dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling yaitu 184 SMPN 7 Sumedang dan 84 SMPN 1 Ganeas. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan empat parameter kesiapsiagaan LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara siswa SMP di wilayah perkotaan dan non-perkotaan, dengan nilai p-value < 0,001. Siswa di wilayah perkotaan memperoleh skor kesiapsiagaan 75.00 yang termasuk dalam kategori siap, sedangkan siswa di wilayah non-perkotaan memperoleh skor 63.97 yang termasuk dalam kategori hampir siap. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa siswa di wilayah perkotaan lebih siap dibandingkan siswa di wilayah non-perkotaan, sehingga diperlukan peningkatan fasilitas mitigasi, pemerataan edukasi kebencanaan, serta penguatan peran sekolah dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan siswa
Perbedaan Pegetahuan Antara Siswa Perkotaan Dan Siswa Pedesaan Setelah Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Metode Kamishibai: Differences in Knowledge Between Urban and Rural Students Following Disaster Mitigation Education Using the Kamishibai Method Yasmin Zulva; Hikmat Pramajati; Imam Tri Sutrisno
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.266

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai bencana alam, salah satunya gempa bumi, karena terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Peningkatan aktivitas seismik di wilayah seperti kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini, khususnya pada kelompok rentan seperti siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pegetahuan mitigasi bencana antara siswa yang tinggal di daerah perkotaan dan siswa yang tinggal di daerah pedesaan setelah edukasi mitigasi bencana melalui metode kamishibai. Metode: Penelitian kuantitatif dengan teknik deskriptif komparatif mengunakan desain quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SDN Rancamulya dan SDN Mulyasari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney U pada tingkat tarap signifikansi p < 0,05. Hasil: Penelitian menunjukan nilai p-value 0,197 (> 0,05) yang berarti bahwa tidak ada perbedaan antara siswa di pedesaan dan di perkotaan.            Kesimpulan: Edukasi metode kamishibai efektif meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan dan perkotaan.