Imam Tri Sutrisno
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Pegetahuan Antara Siswa Perkotaan Dan Siswa Pedesaan Setelah Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Metode Kamishibai: Differences in Knowledge Between Urban and Rural Students Following Disaster Mitigation Education Using the Kamishibai Method Yasmin Zulva; Hikmat Pramajati; Imam Tri Sutrisno
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.266

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai bencana alam, salah satunya gempa bumi, karena terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Peningkatan aktivitas seismik di wilayah seperti kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini, khususnya pada kelompok rentan seperti siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pegetahuan mitigasi bencana antara siswa yang tinggal di daerah perkotaan dan siswa yang tinggal di daerah pedesaan setelah edukasi mitigasi bencana melalui metode kamishibai. Metode: Penelitian kuantitatif dengan teknik deskriptif komparatif mengunakan desain quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SDN Rancamulya dan SDN Mulyasari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney U pada tingkat tarap signifikansi p < 0,05. Hasil: Penelitian menunjukan nilai p-value 0,197 (> 0,05) yang berarti bahwa tidak ada perbedaan antara siswa di pedesaan dan di perkotaan.            Kesimpulan: Edukasi metode kamishibai efektif meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan dan perkotaan.
HUBUNGAN DURASI PENERAPAN INTERMITTENT FASTING TERHADAP KUALITAS DIET DAN RISIKO TERJADINYA PERILAKU EMOTIONAL EATING PADA MAHASISWA Zakiyyah Putri Ramadhani; Popi Sopiah; Imam Tri Sutrisno
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.2927

Abstract

Intermittent fasting atau puasa intermiten merupakan salah satu metode diet yang saat ini banyak diterapkan oleh mahasiswa untuk mencapai berat badan ideal dan meningkatkan gaya hidup sehat dengan membatasi waktu makan pada periode tertentu. Intermittent fasting dikenal sebagai intervensi diet yang memiliki banyak manfaat, diantaranya memperbaiki metabolisme tubuh dan meningkatkan kualitas hidup. Penerapan diet yang baik harus memperhatikan pola asupan nutrisi yang sesuai dengan rekomendasi gizi dalam mencegah terjadinya penyakit tidak menular dan gangguan perilaku makan. Pelaksanaan intermittent fasting yang tidak tepat dapat memengaruhi kualitas diet dan berpotensi memicu terjadinya perilaku emotional eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan intermittent fasting terhadap kualitas diet dan risiko terjadinya perilaku emotional eating pada mahasiswa. Penelitian dilakukan menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan metode total sampling pada mahasiswa yang sedang menjalani intermittent fasting. Instrumen penelitian terdiri dari Kuesioner Durasi Penerapan Intermittent fasting, Diet Quality Questionnaire (DQQ), dan Emotional Eater Questionnaire (EEQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s correlation untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara durasi penerapan IF dengan kualitas diet (p-value 0,277) maupun hubungan antara durasi intermittent fasting dengan risiko terjadinya emotional eating (p-value 0,548). Durasi penerapan intermittent fasting yang diterapkan bervariasi. Sebagian besar mahasiswa yang menerapkan IF berada dalam kategori kualitas diet yang baik dan sesuai dengan Global Detary Recommendation score, serta tingkat emotional eating yang berada dalam kategori ketiga, yaitu emotional eating. Disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian longitudinal prospektif untuk memastikan hubungan sebab-akibat dan perubahan yang lebih kuat antar variabel.