Musthika Wida Mashitah
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam V/ BRW Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dengan Kadar Asam Urat pada Penderita Gout Arthritis di RSUD Jailolo: Corellation between Dietary Patterns and Uric Acid Levels in Patients with Gout Arthritis at Jailolo Regional Hospital Resa M. Labuha; Musthika Wida Mashitah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.277

Abstract

Latar Belakang: Gout arthritis merupakan bentuk radang sendi akibat akumulasi kristal monosodium urat yang dipicu oleh peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya hiperurisemia adalah pola makan yang kaya purin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kadar asam urat pada penderita gout arthritis di RSUD Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 44 responden penderita gout arthritis yang menjalani pemeriksaan/perawatan di RSUD Jailolo yang didapatkan secara accidental sampling. Data pola makan diperoleh menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan data kadar asam urat diperoleh dari laboratorium di rekam medis. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan pola makan tinggi purin (54.4%) dan dengan kadar asam urat tinggi (75%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara konsumsi purin dengan kadar asam urat pada penderita gout arthritis (p = 0.036, p < 0.05). Kesimpulan: Tingginya kadar asam urat pada responden dengan konsumsi purin rendah–sedang menunjukkan bahwa pengendalian hiperurisemia tidak dapat dicapai melalui pengaturan diet saja. Modifikasi pola makan tetap merupakan bagian penting dalam pengelolaan gout artritis. Pengelolaan klinis perlu menekankan pendekatan komprehensif yang mencakup edukasi pasien, peningkatan kepatuhan terhadap terapi farmakologis, serta pengendalian faktor risiko lain yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat.
Analisis Kualitas Layanan Rawat Inap Berdasarkan Persepsi Pasien di RSUD Jailolo: Analysis of Inpatient Service Quality Based on Patient Perceptions at Jailolo Regional General Hospital Arlita Nyanyi; Musthika Wida Mashitah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.359

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan rawat inap merupakan salah satu komponen utama dalam pelayanan rumah sakit yang berperan penting dalam membentuk persepsi dan kepuasan pasien terhadap mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan rawat inap berdasarkan persepsi pasien di RSUD Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 95 pasien rawat inap yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengacu pada model SERVQUAL, dengan fokus pada tiga dimensi kualitas layanan, yaitu keandalan, daya tanggap, dan jaminan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.                 Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kualitas layanan rawat inap dalam kategori baik, terutama pada dimensi keandalan (69,5%). Dimensi daya tanggap dinilai baik oleh 61% responden, sedangkan 39% menilai kurang. Dimensi jaminan menunjukkan hasil paling rendah, dengan 54,8% responden menilai baik dan 45,2% menilai kurang. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun layanan inti telah berjalan cukup baik, masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada daya tanggap dan jaminan layanan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan rawat inap di RSUD Jailolo secara umum telah dinilai baik, namun peningkatan mutu layanan yang berorientasi pada pasien pada daya tanggap dan jaminan layanan untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien.