Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan di Bangsal Kardiologi RSUD dr. Fauziah Bireuen : Factors Affecting Patient Satisfaction Levels with Nursing Services in the Cardiology Ward of Dr. Fauziah Bireuen Regional General Hospital Nesa Fatna; Jihan Rabi’al; Nurul Husna; Bukhari; Hernita
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.294

Abstract

Latar Belakang: Seorang perawat profesional selalu berusaha untuk menjalankan peran, fungsi dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan pelayanan keperwatan, dimana perawat dituntut untuk memiliki keterampilan dan keahlian dibidangnya serta disiplin yang tinggi. Pasien akan merasa puas dengan kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya atau fasilitas yang ditawarkan sesuai dengan harapannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di bangsal Kardiologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Fauziah Kabupaten Bireuen. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 01 sampai dengan 14 Agustus 2024.Metode: Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berada di bangsal berjumlah 42 pasien. Sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa komunikasi dari mulut ke mulut berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai p value= (0.001) < α= (0.05). Kebutuhan pribadi berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai p value= (0.007) < α= (0.05). Pengalaman masa lalu berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai p value= (0.001) < α= (0.05). Kesimpulan: Diharapkan kepada Rumah Sakit dapat meningkatkan pelayanan diketiga aspek ini yaitu komunikasi mulut ke mulut, pemenuhan kebutuhan pribadi pasien/keluarga dan selalu belajar dari pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi untuk meningkatkan kepuasan pasien rumah sakit.
Educational Counseling on Bullying Prevention in the School Environment Hernita Hernita; Dwi Amalia Sari; Bukhari Bukhari; Nesa Fatna; Novita Sari; Jihan Rabi’al
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying is an aggressive behavior that is carried out intentionally and repeatedly by individuals or groups who possess greater power against those who are weaker, whether physically, verbally, socially, or through digital media. This phenomenon has become a serious problem in Indonesia, particularly within the school environment, with a relatively high prevalence in the Southeast Asian region. Data from the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) and the Office of Women’s Empowerment and Child Protection indicate that bullying cases most frequently occur at the elementary school level. The high incidence of bullying among school-aged children is closely related to ongoing cognitive, physical, mental, and social development, which makes children vulnerable to moral and social problems. Bullying behavior is influenced by internal factors such as age, gender, and personality characteristics, as well as external factors including family, environmental conditions, and peer influence. The impacts of bullying are extensive for both victims and perpetrators, ranging from psychological disorders and decreased academic achievement to an increased risk of antisocial behavior in the future. Therefore, bullying prevention requires the involvement of multiple stakeholders through education, strict school policies, the strengthening of the roles of teachers and counselors, and the utilization of technology. These integrated efforts are expected to create a safe, inclusive educational environment that supports optimal child development.