Aulia Annisa
Universitas Samudra

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROGRAM COOKING DAY SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS GENDER ANAK USIA DINI DI KOTA BINJAI Aulia Annisa
Wawasan Belajar Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2026): Juni,Wawasan Belajar Anak Usia dini
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v4i1.758

Abstract

Pengasuhan merupakan hasil kerjasama kedua orangtua, dimana peran ayah dan ibu harus saling melengkapi. Jika hanya salah satu saja yang terlibat, maka proses pengasuhan tidak akan optimal. Faktanya, Indonesia saat ini berada pada peringkat ketiga dunia dalam kasus fatherless yang menunjukkan bahwa selama ini ayah jarang terlibat dalam pengasuhan. Kondisi Fatherless akan memberikan dampak psikologis pada anak berupa perasaan diabaikan dan muncul perasaan iri terhadap anak lain dimana ayahnya terlibat dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan program cooking day untuk penguatan identitas gender pada anak usia dini di Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana melibatkan 25 orang anak, 25 orangtua dan 4 orang guru sebagai subyek penelitian. Subyek penelitian dipilih berdasarkan teknik purposive sampling jenis convinience sampling, yakni berdasarkan keinginan atau kesediaan partisipan untuk dilibatkan dalam proses penelitian. Objek penelitian ini adalah identitas gender anak usia dini yang dikembangkan melalui program cooking day. Pengumpulan data penelitian menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara, dan catatan anekdot. Kemudian data dianalisis menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program cooking day dapat meningkatkan kesadaran orangtua mengenai pentingnya penguatan identitas gender positif sejak usia dini. Orangtua menyadari perlunya menghapus stereotip gender dalam kegiatan sehari-hari agar anak tumbuh dengan kepercayaan diri dan pemahaman kesetaraan. Output dari penelitian ini akan menjadi gagasan bahwa identitas gender yang kuat dibangun dari konsep diri yang kuat dalam diri anak, yang terbentuk dari hasil pengasuhan orangtua selama masa golden age.
URGENSI PENDIDIKAN SPIRITUAL PADA ANAK USIA DINI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA DIGITAL Idris Afandi; Aulia Annisa
Wawasan Belajar Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): Desember, Wawasan Belajar Anak Usia dini
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v3i2.820

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan spiritual pada anak usia dini sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), menelaah literatur klasik dan kontemporer dalam bidang pendidikan Islam, psikologi perkembangan, serta kajian media digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan spiritual berperan penting dalam membentuk kesadaran diri, pengendalian emosi, serta internalisasi nilai-nilai keislaman sejak usia dini. Pendidikan spiritual juga berfungsi sebagai benteng moral yang mampu memfilter pengaruh negatif digitalisasi, seperti kecanduan gawai, penurunan empati sosial, dan degradasi nilai etika. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan spiritual dalam kurikulum Pendidikan Islam Anak Usia Dini merupakan kebutuhan mendesak untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga matang secara spiritual dan berkarakter Islami.
Analysis of Teachers’ Perceptions of the Implementation of Early Childhood Education Assessment in Langsa City Aulia Annisa
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v6i4.296

Abstract

This study aims to analyze teachers’ perceptions of the implementation of assessment in Early Childhood Education (ECE) in Langsa City. The research focuses on teachers’ understanding of assessment, the objectives of conducting assessments, the techniques used, the alignment of assessments with children’s characteristics, the utilization of assessment results, the extent of training attended, the challenges faced, institutional support, methods of documenting assessment results, and efforts to improve assessment practices in ECE. This study employed a qualitative approach, involving three teachers in Langsa City as respondents. Data were collected through open-ended questionnaires and analyzed descriptively, complemented with tables and graphs to visualize the findings. The results indicate that most teachers perceive assessment as a process of gathering information and evaluating children’s development holistically to support the learning process. The most frequently used assessment techniques were observation, anecdotal records, interviews with children, and communication with parents. Teachers sought to align assessments with children’s characteristics through direct observation, positive interactions, and targeted questioning. Assessment results were used to adapt learning materials, design activities, and identify children’s strengths and weaknesses. However, most teachers reported insufficient training on assessment. Challenges encountered included limited time, resources, learning media, and supporting technology. Nevertheless, educational institutions were considered to provide support through supervision, provision of media, and facilities