Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen pembinaan dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet bulu tangkis di Kota Kediri. Keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh penerapan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen pembinaan pada klub bulu tangkis di Kota Kediri serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan atlet. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus, pelatih, dan atlet di PB Krystal, PB Bebas Badminton Club, PB Jawaraya, serta Klub Bulutangkis Wijaya Kediri. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh klub telah menerapkan fungsi manajemen pembinaan, meskipun tingkat penerapannya berbeda pada setiap klub. Klub Bulutangkis Wijaya menunjukkan sistem manajemen yang paling terstruktur melalui pembagian tugas yang jelas, koordinasi yang baik, serta program latihan yang sistematis. Faktor pendukung pembinaan meliputi kualitas pelatih, kedisiplinan atlet, motivasi, dukungan orang tua, fasilitas latihan, dan pengalaman bertanding, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu latihan akibat aktivitas akademik, kondisi fisik atlet, kesiapan mental, serta perbedaan kemampuan atlet. Dengan demikian, penerapan manajemen pembinaan yang efektif berkontribusi pada peningkatan kualitas pembinaan dan prestasi atlet bulu tangkis di Kota Kediri