ABSTRACT School-Based Management (SBM) is a decentralized educational approach that plays an important role in improving educational quality by providing schools with greater autonomy in managing learning processes and educational resources. In the era of the Merdeka Curriculum, the implementation of SBM has become increasingly relevant because the success of the curriculum depends on schools' ability to develop flexible, contextual, and student-centered learning. This study aims to analyze the implementation of SBM and the factors influencing the improvement of elementary school quality in the era of the Merdeka Curriculum. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines on 12 scientific articles published between 2020 and 2026 and retrieved from Google Scholar. The data were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that the implementation of SBM contributes to improving educational quality through strengthening principal leadership, academic supervision, stakeholder participation, and more flexible and contextual learning management. In addition, the implementation of the Merdeka Curriculum through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) supports character development and enhances the quality of student learning. However, the implementation of SBM and the Merdeka Curriculum still faces several challenges, including limited infrastructure, variations in teacher competence, and suboptimal community involvement. This study contributes to the literature by highlighting the importance of strengthening school managerial capacity and sustainable teacher professional development as key strategies for improving the quality of elementary education in the era of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan pendekatan desentralisasi pendidikan yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian otonomi kepada sekolah dalam mengelola pembelajaran dan sumber daya pendidikan. Di era Kurikulum Merdeka, implementasi MBS menjadi semakin relevan karena keberhasilan kurikulum bergantung pada kemampuan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi MBS serta faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan mutu Sekolah Dasar (SD) di era Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti tahapan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) terhadap 12 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020–2026 dan diperoleh melalui Google Scholar. Data dianalisis menggunakan teknik thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah, supervisi akademik, partisipasi stakeholder, serta pengelolaan pembelajaran yang lebih fleksibel dan kontekstual. Selain itu, implementasi Kurikulum Merdeka melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) mendukung peningkatan karakter dan kualitas pembelajaran siswa. Namun, implementasi MBS dan Kurikulum Merdeka masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana prasarana, variasi kompetensi guru, dan belum optimalnya keterlibatan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa sintesis literatur yang menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas manajerial sekolah dan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan dasar di era Kurikulum Merdeka.