TikTok not only functions as a regular social media, but has evolved into an information space that shapes public opinion and preferences. This study examines the persuasive power of food review content on the TikTok account @onebitebigbite, focusing on how the creator’s trustworthiness, expertise, and attractiveness influence consumer preferences. The research adopts Opinion Leader Theory as its conceptual framework to analyze how short-form culinary video content shapes audience perceptions and stimulates intentions to try food. A qualitative case study approach was employed, utilizing in-depth interviews with ten TikTok users aged 18–25 who actively watch and interact with @onebitebigbite’s content. The findings indicate that while trustworthiness and expertise contribute to strengthening the creator’s credibility, attractiveness—particularly visual aesthetics, shooting techniques, spontaneous delivery style, and creative editing—emerges as the most dominant factor influencing audience preferences. This visual appeal generates strong emotional engagement and enhances audience involvement, encouraging viewers to try the recommended food items. The study concludes that Key Opinion Leader characteristics, especially visual content attractiveness, play a crucial role in shaping culinary consumption behavior on social media platforms. TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media sosial biasa, tetapi telah berkembang menjadi ruang informasi yang membentuk opini serta preferensi masyarakat. Penelitian ini mengkaji kekuatan persuasif dari konten ulasan kuliner pada akun TikTok @onebitebigbite, dengan fokus pada bagaimana unsur dapat dipercaya, keahlian, dan daya tarik kreator memengaruhi preferensi konsumen. Penelitian ini menggunakan Teori Pemimpin Opini sebagai landasan konseptual untuk menganalisis bagaimana konten video kuliner berdurasi singkat membentuk persepsi penonton dan mendorong minat mencoba makanan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada sepuluh pengguna TikTok berusia 18–25 tahun yang aktif menonton konten @onebitebigbite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun unsur dapat dipercaya dan keahlian berperan dalam memperkuat kredibilitas kreator, aspek daya tarik—terutama visual estetis, teknik pengambilan gambar, gaya penyampaian yang spontan, serta proses penyuntingan—menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi preferensi penonton. Daya tarik visual tersebut menciptakan keterlibatan emosional yang kuat dan mendorong audiens untuk mencoba makanan yang direkomendasikan. Penelitian ini menegaskan bahwa karakteristik KOL, khususnya daya tarik konten visual, memiliki peran penting dalam membentuk perilaku konsumsi kuliner di media sosial.