Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Tanaman Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Larvasida Nabati terhadap Larva Aedes aegypti: Literatur Review Alya Izzaty Riduan; Atri Sri Ulandari; Ramadhan Triyandi; Zulpakor Oktoba
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): Mei-Jun
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i3.799

Abstract

Pengendalian vektor Aedes aegypti masih didominasi oleh insektisida sintetik yang berisiko memicu resistensi serta pencemaran lingkungan sehingga diperlukan alternatif larvasida alami yang ramah lingkungan, salah satunya berasal dari tanaman pepaya (Carica papaya L.) yang diketahui mengandung alkaloid dan enzim proteolitik. Literatur ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bagian tumbuhan dan penggunaan formulasi terhadap efektivitas mortalitas larva menggunakan metode literatur review. Data diperoleh dari Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel teks lengkap terbitan tahun 2021-2026 yang membahas aktivitas larvasida pepaya terhadap Aedes aegypti. Hasil menunjukkan bahwa bagian biji memberikan tingkat mortalitas tertinggi, sementara formulasi dalam bentuk nanopartikel dan mikropartikel terbukti meningkatkan daya bunuh ekstrak pada konsentrasi rendah. Mekanisme kematian larva meliputi lisis sel epitel midgut, kerusakan abdomen, serta penyumbatan saluran sifon yang menghambat pernapasan. Secara keseluruhan, efektivitas larvasida pepaya dipengaruhi oleh pemilihan bagian tumbuhan dengan kandungan metabolit tinggi dan metode formulasi yang tepat, sehingga berpotensi sebagai agen larvasida yang efektif dan ramah lingkungan.
Pengaruh Jenis Pelarut terhadap Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dengan Metode Maserasi: Literatur Review M. Ghazi Al Ghifari; Ramadhan Triyandi; Afriyani; Tri Umiana Soleha; Muhammad Iqbal
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 4 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i4.843

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti fenolik, flavonoid, tanin, alkaloid, dan minyak atsiri yang berperan sebagai antioksidan dan antibakteri alami. Efektivitas ekstrak dipengaruhi oleh metode ekstraksi dan jenis pelarut, kedua faktor tersebut menentukan jenis serta jumlah senyawa bioaktif yang terekstraksi. Metode maserasi merupakan metode ekstraksi yang banyak digunakan karena mampu mempertahankan stabilitas senyawa termolabil tanpa pemanasan sehingga sesuai untuk ekstraksi metabolit sekunder daun sirih hijau. Literatur Review ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan pelarut polar dan non-polar terhadap aktivitas antioksidan dan antibakteri ekstrak daun sirih hijau berdasarkan berbagai publikasi ilmiah akses terbuka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelarut polar, seperti etanol dan metanol, lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa fenolik dan flavonoid dibandingkan pelarut non-polar. Kandungan senyawa bioaktif yang lebih tinggi berkontribusi pada peningkatan aktivitas antioksidan, yang ditunjukkan oleh nilai IC₅₀ metode DPPH sebesar 44,929 µg/mL dan termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Selain itu, ekstrak daun sirih hijau menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram-positif, seperti Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan Streptococcus mutans, serta bakteri Gram-negatif, seperti Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Berdasarkan hasil kajian, pelarut polar terutama etanol dan metanol secara konsisten menghasilkan ekstrak dengan aktivitas antioksidan dan antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan pelarut non-polar. Dengan demikian, pemilihan pelarut yang tepat menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan potensi daun sirih hijau sebagai sumber antioksidan dan antibakteri alami.
Tinjauan Literatur: Etnofarmasi Tumbuhan Obat Sebagai Antipiretik pada Berbagai Etnis di Indonesia Ayu Vira Margitha; Zulpakor Oktoba; Ramadhan Triyandi; Asep Sukohar
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jan-Feb
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i1.684

Abstract

Demam merupakan salah satu keluhan kesehatan yang sering dijumpai dan umumnya ditangani dengan penggunaan obat antipiretik sintetis. Namun, penggunaan obat tersebut dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga masyarakat di berbagai wilayah masih mempertahankan pemanfaatan tumbuhan obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Studi ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan obat sebagai sumber senyawa antipiretik berdasarkan kajian etnofarmasi lintas etnis di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan penelusuran sumber ilmiah melalui basis data Google Scholar menggunakan kata kunci yang relevan, kemudian diseleksi hingga diperoleh 18 artikel yang sesuai untuk ditinjau. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 71 spesies tumbuhan obat yang berasal dari 34 famili dan dimanfaatkan sebagai antipiretik oleh berbagai kelompok etnis, dengan bagian daun sebagai bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan. Temuan ini menunjukkan adanya potensi tumbuhan obat sebagai sumber pengembangan agen antipiretik berbahan alam dan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan fitofarmaka berbasis kearifan lokal.