Ferry Irawan Febriansyah
Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Ponorogo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Challenges Faced by Indonesian Citizens Living Abroad Ferry Irawan Febriansyah; Ulya Shafa Firdausi; Azis Akbar Ramadhan; Nairo Rizka Nur Hamzah; Putresa Herlinda Septiana; Zulfa Nur Fadhilah
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 3 (2025): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i3.92470

Abstract

The increasing migration of Indonesian citizens to Malaysia has generated significant legal and social challenges, particularly for undocumented children. Many of these children are born to migrant workers or from unregistered marriages, leaving them without recognized citizenship in either Indonesia or Malaysia. The absence of legal documentation restricts their access to education and healthcare services and exposes them to the risk of deportation upon reaching adulthood. This community service initiative employed a service-learning and counseling approach to address these issues, utilizing a qualitative descriptive research design to gain an in-depth understanding of the challenges faced by undocumented Indonesian children in Malaysia. The program was implemented through several stages, including data collection, situational analysis, program implementation, and impact evaluation. A questionnaire was used to gather participants’ feedback and assess community satisfaction with the intervention. The findings indicate that diplomatic intervention and cross-border policy measures are urgently needed to protect, support, and secure the future of Indonesian children lacking legal citizenship status abroad.
Efektivitas Hukum Perlindungan Anak dalam Melindungi Anak dari Paparan Ideologi Anti-Pancasila di Indonesia Hernadi Syafar Hurairah Muslim; Ferry Irawan Febriansyah; Yogi Prasetyo
Binamulia Hukum Vol. 15 No. 1 (2026): Binamulia Hukum (article in press)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37893/jbh.v15i1.1380

Abstract

Penyebaran ideologi anti-Pancasila melalui media digital menjadi tantangan baru dalam upaya perlindungan anak di Indonesia. Anak dan remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan radikalisme digital melalui berbagai platform media sosial. Penelitian terdahulu umumnya membahas radikalisme digital dari perspektif psikologis, penggunaan media sosial, atau penegakan hukum secara terpisah. Sementara itu, kajian yang mengintegrasikan efektivitas hukum perlindungan anak, deradikalisasi, dan penguatan nilai-nilai Pancasila masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas hukum perlindungan anak dalam menghadapi paparan ideologi anti-Pancasila di era digital, mengidentifikasi dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan terhadap anak, serta mengkaji integrasi kebijakan perlindungan anak dan deradikalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris melalui studi kepustakaan, analisis peraturan perundang-undangan, laporan kelembagaan, serta observasi terhadap konten digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak belum mengatur secara spesifik ancaman penyebaran ideologi melalui media digital. Di sisi lain, pendekatan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 masih cenderung berorientasi pada aspek keamanan dan tindakan represif. Selain itu, terdapat fragmentasi kebijakan antara sistem perlindungan anak dan penanganan radikalisme. Penelitian ini menawarkan model integratif yang meliputi penguatan pendidikan Pancasila, peningkatan literasi digital, rehabilitasi yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, serta sinergi lintas sektor sebagai upaya memperkuat ketahanan ideologi generasi muda.