Devieka Rhama Dhanny
Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Sleep Duration and Iron Intake and Hemoglobin Levels in Adolescent Girls Devieka Rhama Dhanny; Mahfuzhoh Fadillah Heryanda
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/w538ve94

Abstract

Background: One of the public health problems that requires greater attention is anemia, especially among adolescent girls, because it has the potential to reduce health status, daily productivity, and disrupt learning concentration. Sleep duration and the adequacy of iron intake are suspected to be factors influencing hemoglobin status. Objective: This study aimed to analyze the relationship between sleep duration and the adequacy of iron intake with hemoglobin levels among adolescent girls. Methodology: This analytic observational study with a cross-sectional design was conducted on 33 female students selected using a total sampling technique. The study was carried out at Sekolah Islam Terpadu Aulia Cendekia during November–December 2025. Sleep duration data were obtained from the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire, iron intake was collected through the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and hemoglobin levels were measured using an Hb meter. Data analysis was performed using the Chi-Square test to determine the relationship between variables with SPSS software. Results and Discussion: Most students have abnormal hemoglobin levels (66.7%), insufficient sleep duration (51.5%), and low iron intake (57.6%). The analysis shows a significant relationship between insufficient sleep duration and low hemoglobin levels (p=0.010; OR=9.643), as well as a significant correlation between inadequate iron intake and low hemoglobin levels (p=0.024; OR=7.111). Conclusion: Insufficient sleep duration and low iron intake are significantly associated with hemoglobin levels in adolescent girls; therefore, intervention through nutrition education and improvement of sleep patterns is needed as an effort to prevent anemia.
Hubungan Pola Makan, Status Gizi, dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMP Negeri 34 Kota Palembang Tiyabni Khoiria; Erike Septa Prautami; Ira Dewi Ramadhani; Devieka Rhama Dhanny
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62631

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, kemampuan belajar, serta kesehatan reproduksi. Pola makan yang kurang baik, status gizi tidak normal, dan siklus menstruasi yang tidak normal merupakan beberapa faktor yang diduga berperan dalam terjadinya anemia pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan, status gizi, dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 34 Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 68 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner, dan status anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa pola makan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p=0,019), status gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p=0,453), serta siklus menstruasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p=0,015). Penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan siklus menstruasi memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 34 Kota Palembang. Namun, status gizi tidak memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 34 Kota Palembang.