Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, kemampuan belajar, serta kesehatan reproduksi. Pola makan yang kurang baik, status gizi tidak normal, dan siklus menstruasi yang tidak normal merupakan beberapa faktor yang diduga berperan dalam terjadinya anemia pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan, status gizi, dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 34 Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 68 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner, dan status anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa pola makan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p=0,019), status gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p=0,453), serta siklus menstruasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p=0,015). Penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan siklus menstruasi memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 34 Kota Palembang. Namun, status gizi tidak memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 34 Kota Palembang.