Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Muhamad Nor; Wafiq Azizah; Nurizatulail Nurizatulail; Sitie Khadizah; Abdul Aziz
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11757

Abstract

The rapid expansion of digital technology has significantly reshaped learning environments, raising critical questions about how Islamic Religious Education (IRE) can remain relevant, meaningful, and effective in the digital era. While existing studies highlight the potential of educational technology, limited research has systematically examined how technology-based learning innovation transforms pedagogical practices and improves learning quality in IRE. This study aims to analyze innovative learning models and their contribution to enhancing the quality of Islamic Religious Education. Using a qualitative library research approach supported by reflective observation, this study synthesizes contemporary scholarship through the theoretical lenses of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), social constructivism, and value-based Islamic education. The findings reveal that technology integration through learning management systems, interactive multimedia, gamification, and project-based digital learning significantly enhances student participation, comprehension, and engagement. More importantly, these innovations support the contextualization and internalization of Islamic values when applied within pedagogically meaningful frameworks. This study concludes that transforming IRE requires not merely technological adoption but pedagogical reorientation grounded in ethical and educational principles. It contributes to the field by offering a conceptual framework that links innovation models, pedagogical transformation, and learning quality, while providing practical insights for educators and institutions navigating digital-era challenges. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan lingkungan pembelajaran, sehingga memunculkan pertanyaan penting mengenai bagaimana Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat tetap relevan, bermakna, dan efektif di era digital. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan potensi teknologi pendidikan, kajian yang secara sistematis mengkaji bagaimana inovasi pembelajaran berbasis teknologi mentransformasikan praktik pedagogis dan meningkatkan kualitas pembelajaran PAI masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model inovasi pembelajaran dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang didukung refleksi observasional, dengan menggunakan kerangka teori Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), konstruktivisme sosial, dan pendidikan berbasis nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi melalui learning management system, multimedia interaktif, gamifikasi, dan pembelajaran berbasis proyek digital mampu meningkatkan partisipasi, pemahaman, dan keterlibatan peserta didik. Lebih dari itu, inovasi tersebut juga mendukung internalisasi nilai-nilai Islam secara kontekstual ketika diterapkan dalam kerangka pedagogis yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi PAI tidak cukup melalui adopsi teknologi, tetapi memerlukan reorientasi pedagogis yang berlandaskan nilai dan etika. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual yang menghubungkan model inovasi, transformasi pedagogis, dan kualitas pembelajaran, serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pendidikan di era digital.    
Elemen Akidah dalam Kurikulum Merdeka: Karakteristik, Implementasi, dan Tantangannya dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Abdullah Abdullah; Qhisthi Rahmadhini; Nurizatulail Nurizatulail; Anggi Anggraini; Anggini Anggini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7696

Abstract

Kurikulum Merdeka membawa pembaruan mendasar dalam tata kelola pembelajaran agama Islam di madrasah, termasuk pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Elemen akidah, yang selama ini sering direduksi menjadi materi hafalan semata, kini dituntut untuk hadir sebagai landasan nilai-nilai yang hidup dan terinternalisasi dalam diri peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis elemen karakteristik akidah dalam Kurikulum Merdeka, menelaah pola implementasinya dalam pembelajaran Akidah Akhlak, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi strategi dalam penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode kepustakaan (penelitian perpustakaan), melalui teknik dokumentasi dan analisis isi (content analysis) model Krippendorff terhadap jurnal ilmiah, dokumen kurikulum, dan literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa elemen akidah dalam Kurikulum Merdeka memiliki empat ciri utama: berorientasi pada peserta didik, terintegrasi dengan pembentukan karakter, fleksibel dalam pendekatan pedagogi, serta mendukung moderasi beragama. Implementasinya menuntut penggunaan model pembelajaran aktif, pemanfaatan teknologi secara kontekstual, dan asesmen yang bersifat holistik mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Capaian Pembelajaran pada Fase D (kelas VII–IX MTs) dirancang secara berjenjang untuk menghadirkan peserta didik dari tahap pemahaman menuju penghayatan dan pengamalan nilai akidah. Kendati demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kompleksitas asesmen afektif, keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan pedagogis guru, dan kesenjangan pemahaman antara akidah sebagai konten dan akidah sebagai orientasi nilai. Artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penguatan karakter religius melalui unsur akidah sangat bergantung pada kesiapan guru, dukungan institusi, serta komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan madrasah.