Risnawati Risnawati
Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Wus Menggunakan Metode Kontrasepsi Di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau Nilta Nilta; Risnawati Risnawati; Sucita Tripertiwi; Dwi Hartati
Jurnal Berita Kesehatan Vol 19 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v19i1.388

Abstract

Latar Belakang: Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya strategis dalam pengendalian jumlah dan jarak kelahiran guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Meskipun program KB telah lama digalakkan, tingkat penggunaan metode kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) di beberapa wilayah terpencil masih tergolong rendah, termasuk di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Dari 56 WUS yang memiliki pasangan, hanya 6 orang (10,7%) yang menjadi akseptor KB. Rendahnya minat penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan WUS, akses kepelayanan kesehatan, serta dukungan suami. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat WUS menggunakan metode kontrasepsi di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah 50 WUS, sampel 38 orang menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan pada Desember 2025–Februari 2026. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Likelihood Ratio dan Chi-Square. Hasil: Mayoritas WUS berpengetahuan baik (52,6%), akses kepelayanan sulit (52,6%), dan mendapat dukungan suami cukup mendukung (47,4%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan minat KB (p = 0,000), akses kepelayanan dengan minat KB (p = 0,017), dan dukungan suami dengan minat KB (p = 0,000). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, akses kepelayanan, dan dukungan suami dengan minat WUS menggunakan metode kontrasepsi.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Dengan Asam Asetat) Pada Wanita Usia Subur Di Desa Setulang Kabupaten Malinau Rika Timang; Risnawati Risnawati; Ridha Wahyuni; Siti Raudah
Jurnal Berita Kesehatan Vol 19 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v19i1.393

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks masih menjadi ancaman kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia, khususnya pada wanita usia subur (WUS). Deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) merupakan strategi yang efektif, terjangkau, dan aplikatif di layanan kesehatan tingkat pertama. Namun, tingkat partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA masih tergolong sangat rendah. Di Desa Setulang, Kabupaten Malinau, dari 172 WUS hanya 6 orang (3,4%) yang melakukan pemeriksaan IVA pada tahun 2025. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di Desa Setulang Kecamatan Malinau Selatan Hilir Kabupaten Malinau. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh WUS di Desa Setulang sebanyak 172 orang. Sampel berjumlah 108 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil: Mayoritas responden berpengetahuan kurang (40,7%), akses kepelayanan kesehatan kategori sedang (48,1%), dan keluarga tidak mendukung (53,7%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p = 0,003), hubungan antara akses kepelayanan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p = 0,009), dan hubungan antara dukungan keluarga dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p = 0,008). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, akses kepelayanan, dan dukungan keluarga dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA pada WUS di Desa Setulang. Disarankan peningkatan intensitas promosi kesehatan partisipatif dan kolaborasi untuk meningkatkan infrastruktur akses ke Puskesmas.