Latar Belakang: Kanker serviks masih menjadi ancaman kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia, khususnya pada wanita usia subur (WUS). Deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) merupakan strategi yang efektif, terjangkau, dan aplikatif di layanan kesehatan tingkat pertama. Namun, tingkat partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA masih tergolong sangat rendah. Di Desa Setulang, Kabupaten Malinau, dari 172 WUS hanya 6 orang (3,4%) yang melakukan pemeriksaan IVA pada tahun 2025. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di Desa Setulang Kecamatan Malinau Selatan Hilir Kabupaten Malinau. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh WUS di Desa Setulang sebanyak 172 orang. Sampel berjumlah 108 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil: Mayoritas responden berpengetahuan kurang (40,7%), akses kepelayanan kesehatan kategori sedang (48,1%), dan keluarga tidak mendukung (53,7%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p = 0,003), hubungan antara akses kepelayanan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p = 0,009), dan hubungan antara dukungan keluarga dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p = 0,008). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, akses kepelayanan, dan dukungan keluarga dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA pada WUS di Desa Setulang. Disarankan peningkatan intensitas promosi kesehatan partisipatif dan kolaborasi untuk meningkatkan infrastruktur akses ke Puskesmas.