Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Surfaktan Alami dari Daun Sereh, Jeruk Nipis, dan Lidah Buaya terhadap Penurunan Tegangan Antarmuka Minyak–Air untuk Aplikasi Enhanced Oil Recovery Skala Laboratorium Aisyah Irmaya; Listriyanto; Sri Haryono; Rena Juwita Sari
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.392

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi global serta penurunan produksi dari reservoir minyak yang telah matang mendorong penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak. Salah satu mekanisme utama dalam EOR kimia adalah penurunan tegangan antarmuka minyak–air melalui penggunaan surfaktan. Namun, penggunaan surfaktan sintetis seringkali dibatasi oleh biaya yang relatif tinggi serta potensi dampak terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif surfaktan yang lebih ramah lingkungan yang berasal dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak tanaman alami sebagai surfaktan dalam menurunkan tegangan antarmuka minyak–air sebagai pendekatan awal menuju aplikasi green EOR. Penelitian difokuskan pada tiga jenis ekstrak alami yaitu daun sereh (Cymbopogon citratus), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan lidah buaya (Aloe vera). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada skala laboratorium menggunakan sistem minyak mentah dan air suling. Ekstrak alami diperoleh melalui metode ekstraksi maserasi dan diuji pada beberapa variasi konsentrasi. Pengukuran tegangan antarmuka dilakukan menggunakan tensiometer laboratorium pada kondisi pengujian yang terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak alami mempengaruhi nilai tegangan antarmuka minyak–air. Ekstrak daun sereh menunjukkan kemampuan terbaik dalam menurunkan tegangan antarmuka dengan nilai minimum sekitar 2,85 mN/m pada konsentrasi 1%. Ekstrak lidah buaya menunjukkan pola perubahan yang fluktuatif pada berbagai konsentrasi yang kemungkinan dipengaruhi oleh kandungan polisakarida dan saponin yang mempengaruhi stabilitas antarmuka. Sementara itu, ekstrak jeruk nipis menunjukkan penurunan tegangan antarmuka yang relatif kecil dibandingkan ekstrak lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak tanaman sebagai surfaktan alami yang ramah lingkungan untuk aplikasi EOR serta memberikan gambaran awal mengenai kinerja komparatif beberapa ekstrak tanaman lokal sebagai kandidat biosurfaktan.
Perbandingan Evaluasi Slip Velocity Metode Chien dan Moore Corelation pada Sumur BSU Lapangan Bunyu Sri Haryono; Pribowo Angling Kusumo; Edi Purwaka
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Universitas Proklamasi 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v9i1.2526

Abstract

Evaluasi slip velocity merupakan aspek kritis dalam menjamin efisiensi pengangkatan cutting selama operasi pemboran. Penelitian ini menganalisis kinerja transportasi cutting pada Sumur BSU Lapangan Bunyu, Tujuannya   untuk mengetahui apakah serbuk bor terangkat dengan baik atau tidak, sudah optimal atau belum dengan membandingkan dua cara.  Metode yang digunakan metode Chien Correlation dan metode Moore Correlation dengan mengintegrasikan parameter rheologi lumpur dan geometri sumur, dimana data dari pengamatan langsung dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada interval kedalaman 5762-8823 ft, nilai slip velocity Chien (0,092-0,156 ft/detik), sedang nilai slip velocity Moore (0.0054-0.0126 ft/detik),  secara konsisten lebih rendah dibandingkan kecepatan kritis (3.6758-4.7727 ft/detik), dengan cutting transport ratio Chien mencapai 90,07-93,90%, sedangkan cutting transport ratio Moore mencapai 99.2609 % sampai 99.66% Kondisi ini mengindikasikan pengangkatan cutting yang optimal dan aliran laminer yang terjaga, sehingga berhasil mencegah risiko pipe sticking dan mempertahankan integritas formasi. Temuan penelitian merekomendasikan penerapan metode ini sebagai standar evaluasi hidrolika pemboran dengan memperhatikan variasi karakteristik formasi pada studi lanjutan