Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Fisika Unand

Uji Signifikansi Stasiun GPS Kontinu dan Periodik dalam Identifikasi Pergerakan Koseismik Ongky Anggara; Satrio Muhammad Alif; Andhika Wahyu Pratama; Wendi Melvin Hutabarat
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.89-95.2024

Abstract

Pengukuran pergerakan bumi dengan menggunakan sistem GPS telah menjadi bagian penting dalam pemahaman deformasi kerak bumi yang berkaitan dengan aktivitas seismik. Dalam penelitian ini dilakukan uji   signifikansi dari stasiun GPS yang beroperasi secara kontinu dan periodik dalam mengidentifikasi pergerakan koseismik gempa Pesisir Barat pada 10 Maret 2020 (M5,8)   dan gempa Bengkulu pada 19 Agustus 2020 (M6,8). Pengolahan data GPS menggunakan perangkat lunak GAMIT/GLOBK yang bertujuan   untuk mendapatkan koordinat dan nilai pergeseran koseismik. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata titik tidak menunjukan pergeseran secara signifikan baik dari data GPS kontinu maupun data GPS periodik. Terdapat satu titik pengamatan yang menunjukkan   pergeseran secara signifikan yaitu stasiun pengamatan PRKB yang menunjukkan   pergeseran sebesar ~2-3 mm. Uji signifikansi dipengaruhi oleh nilai pergeseran koseismik dan standar deviasinya yang dipengaruhi mekanisme gempa. Uji signifikansi dari pengamatan stasiun GPS menunjukkan   tidak terdapat perbedaan baik dari data GPS secara kontinu maupun GPS secara periodik pada uji signifikansi karena   gempa yang diamati relatif kecil sehingga menghasilkan pergeseran koseismik yang relatif kecil.
Uji Signifikansi Stasiun GPS Kontinu dan Periodik dalam Identifikasi Pergerakan Koseismik Anggara, Ongky; Alif, Satrio Muhammad; Pratama, Andhika Wahyu; Hutabarat, Wendi Melvin
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.89-95.2024

Abstract

Pengukuran pergerakan bumi dengan menggunakan sistem GPS telah menjadi bagian penting dalam pemahaman deformasi kerak bumi yang berkaitan dengan aktivitas seismik. Dalam penelitian ini dilakukan uji   signifikansi dari stasiun GPS yang beroperasi secara kontinu dan periodik dalam mengidentifikasi pergerakan koseismik gempa Pesisir Barat pada 10 Maret 2020 (M5,8)   dan gempa Bengkulu pada 19 Agustus 2020 (M6,8). Pengolahan data GPS menggunakan perangkat lunak GAMIT/GLOBK yang bertujuan   untuk mendapatkan koordinat dan nilai pergeseran koseismik. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata titik tidak menunjukan pergeseran secara signifikan baik dari data GPS kontinu maupun data GPS periodik. Terdapat satu titik pengamatan yang menunjukkan   pergeseran secara signifikan yaitu stasiun pengamatan PRKB yang menunjukkan   pergeseran sebesar ~2-3 mm. Uji signifikansi dipengaruhi oleh nilai pergeseran koseismik dan standar deviasinya yang dipengaruhi mekanisme gempa. Uji signifikansi dari pengamatan stasiun GPS menunjukkan   tidak terdapat perbedaan baik dari data GPS secara kontinu maupun GPS secara periodik pada uji signifikansi karena   gempa yang diamati relatif kecil sehingga menghasilkan pergeseran koseismik yang relatif kecil.
Analisis Deformasi di Lampung dan Selat Sunda Berdasarkan Data GNSS tahun 2018 hingga 2021 Anggara, Ongky; Rahadianto, Muhammad Ario Eko; Alif, Satrio Muhammad; Isnaini, Een Lujainatul
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 5 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.5.637-643.2024

Abstract

The Lampung Province and Sunda Strait have a seismic gap zone with the potential for major earthquakes in the future. This study analyzes the deformation occurring in this region using continuous Global Navigation Satellite System (GNSS) station data from Indonesia Continuously Operating Reference Station (InaCORS) and Sumatran GPS Array (SuGAr) from 2018 to 2021.5. The GNSS data was processed using the Bernese 5.2 scientific software, applying least squares for velocity changes and statistical tests to analyze significance. The data processing was carried out in two schemes: the first scheme covering 2018-2020, and the second covering 2019-2021. The results of the deformation analysis from 2018 to 2021, using two continuous GNSS data processing schemes, showed velocity changes relative to the Sundaland Plate ranging from ~2 mm/year to ~20 mm/year. In the eastern region of the Sumatra fault, the velocity changes were smaller, around ~5 mm/year, due to the minimal influence of tectonic activity. However, in the Sunda Strait region, the deformation was influenced by volcanic activity. The deformation occurring in Lampung Province and the Sunda Strait, based on GNSS velocity changes, significantly contributes to tectonic and volcanic activities.
Analisis Regangan di Selat Sunda berdasarkan Data GNSS Anggara, Ongky; Alif, Satrio Muhammad; Januarta, Danda Selfa; Maulana, Yoga
Jurnal Fisika Unand Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.15.1.9-15.2026

Abstract

The Sunda Strait is a complex tectonic transition zone between Sumatra and Java, influenced by the interaction between the Indo-Australian and Sundaland plates. This study aims to analyze interseismic displacement patterns and strain accumulation using continuous Global Navigation Satellite System (GNSS) data observations spread across southern Sumatra, the Sunda Strait, and western Java. The analysis results show that GNSS stations along the west coast of Sumatra experience significant shifts to the northwest at varying speeds, reflecting the direct influence of subduction. Meanwhile, stations in the West Java region show a more uniform shift pattern to the southeast. In the Sunda Strait region, a complex displacement pattern is identified, influenced by a combination of tectonic cessation and volcanic activity, particularly around Mount Anak Krakatau. The results of strain accumulation amounted to ~50 nanostrains per year in the tectonically active region. These findings indicate that the Sunda Strait region has high tectonic activity potential and plays an important role in the release of seismic energy in the future. Therefore, continuous geodetic monitoring is essential to support the understanding of cooling processes and disaster mitigation efforts in this region.