Jamaluddin Djahid
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Geothermal Tourism Berkelanjutan Berdasarkan Preferensi Pengunjung Menggunakan Analisis Konjoin Di Kabupaten Maluku Tengah Akbar Abdullah Ohorella; Haeruddin Saleh; Jamaluddin Djahid
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6066

Abstract

Pariwisata berbasis sumber daya alam, seperti geothermal tourism, memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Kabupaten Maluku Tengah memiliki sumber daya geothermal yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi pengunjung terhadap atribut wisata geothermal serta menyusun strategi pengembangannya menggunakan metode analisis konjoin dan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 333 responden yang merupakan wisatawan di kawasan geothermal tourism Hatuasa di Desa Tulehu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi utama pengunjung adalah fasilitas yang memadai, aksesibilitas yang baik, serta keterlibatan komunitas lokal dalam pengelolaan wisata. Strategi yang diusulkan mencakup peningkatan infrastruktur, pengelolaan berbasis masyarakat, serta promosi destinasi yang lebih intensif. Dengan menerapkan strategi ini, diharapkan kawasan geothermal tourism dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.   Natural resource-based tourism, such as geothermal tourism, has great potential to be developed sustainably. Central Maluku Regency has geothermal resources that can be developed as a leading tourist destination. This study aims to analyze visitor preferences for geothermal tourism attributes and develop development strategies using conjoint analysis and SWOT analysis methods. Data were collected through a survey of 333 respondents who were tourists in the Hatuasa geothermal tourism area in Tulehu Village. The results of the study showed that the main preferences of visitors were adequate facilities, good accessibility, and local community involvement in tourism management. The proposed strategies include improving infrastructure, community-based management, and more intensive destination promotion. By implementing this strategy, it is hoped that the geothermal tourism area can develop sustainably and provide benefits to local communities and support regional economic growth
Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Kawasan Wisata Berkelanjutan Di Pantai Gedo Kabupaten Nabire Mustakdir Mustakdir; Syamsul Bahri; Jamaluddin Djahid
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7631

Abstract

Pariwisata berkelanjutan merupakan paradigma pembangunan yang mengintegrasikan tiga pilar utama: ekonomi, sosialbudaya, dan lingkungan hidup. Namun, pada kawasan Pantai Gedo di Kabupaten Nabire, partisipasi masyarakat adat masih rendah dalam pengelolaan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat adat dan merumuskan strategi peningkatan partisipasi mereka dalam pengelolaan kawasan wisata berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan wawancara dengan masyarakat serta pemangku kepentingan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antar variabel, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kepercayaan terhadap pengelola, dukungan kelembagaan, dan pengetahuan lokal merupakan determinan utama partisipasi masyarakat adat. Strategi yang direkomendasikan adalah memperkuat kelembagaan adat dalam tata kelola wisata, meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pelatihan, serta membangun mekanisme kolaboratif antara pemerintah dan komunitas adat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan model pengelolaan wisata berkelanjutan berbasis masyarakat adat di Papua. Sustainable tourism represents a development paradigm that integrates three main pillars: economic, sociocultural, and environmental. However, in Gedo Beach, Nabire Regency, the participation of indigenous communities in tourism management remains low. This study aims to analyze the factors influencing indigenous community participation and to formulate strategies to enhance their involvement in sustainable tourism area management. The research employs a mixedmethod approach combining quantitative and qualitative methods. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews with local communities and stakeholders. Data analysis used Structural Equation Modeling (SEM) to test variable relationships and SWOT analysis to determine strategic recommendations. The results show that trust in management, institutional support, and local knowledge are the dominant factors influencing participation. The main strategies proposed include strengthening indigenous institutions in tourism governance, enhancing community capacity through education and training, and fostering collaborative mechanisms between government and indigenous communities. These findings contribute to developing a sustainable tourism management model based on indigenous participation in Papua.