Zendi Ahmad Maghrobi
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Living Qur'an dalam Pembentukan Growth Mindset Santri: Studi Fenomenologi Program Terintegrasi Tahfidz dan Entrepreneurship di Pesantren Isy Karima Zendi Ahmad Maghrobi; Bambang Sumardjoko; Muh. Nur Rochim Maksum
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i1.572

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena Living Qur'an dalam pembentukan growth mindset santri melalui program terintegrasi Tahfidz dan Entrepreneurship di Pesantren IMTAQ Shigor Program Khusus Isy Karima, Karanganyar. Living Qur'an dimaksudkan sebagai praktik menginternalisasi, menghidupi, dan mengaplikasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar membaca atau menghafalkannya secara mekanis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis serta triangulasi teknik dan sumber. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan santri, ustadz, mentor entrepreneurship, dan pengurus pesantren. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: (1) Living Qur'an terwujud melalui program tadabbur ayat dan doktrin ayat yang secara aktif mengaplikasikan QS. Ar-Ra'd: 11, QS. Al-Qamar: 32, QS. Al-Insyirah: 5-6, dan QS. Al-Muzzammil: 20 sebagai panduan dalam kegiatan hafalan maupun kewirausahaan; (2) praktik Living Qur'an membentuk growth mindset melalui empat mekanisme: ketekunan hafalan, reframing kegagalan sebagai pembelajaran, keyakinan diri transendental dari ayat Al-Qur'an, dan mastery experiences; (3) respons pesantren terhadap hambatan menggunakan ayat-ayat yang sama mampu mentransformasi hambatan menjadi katalis growth mindset. Penelitian ini berkontribusi pada model pembentukan growth mindset Qur'ani yang memperkaya teori Dweck dengan dimensi spiritual-transendental.