Erwin Amri
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Di Sekitar Kawasan Peruntukan Industri Kabupaten Luwu Timur Fitriani Fitriani; Murshal Manaf; Erwin Amri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting pemanfaatan ruang di sekitar Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Kabupaten Luwu Timur, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penyimpangan pemanfaatan ruang, serta merumuskan strategi pengendalian pemanfaatan ruang yang efektif dan implementatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan jenis penelitian deskriptif-analitis dan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan melalui analisis spasial untuk menilai kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap rencana tata ruang, analisis kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi faktor penyebab penyimpangan, serta analisis SWOT-AHP untuk merumuskan dan menentukan prioritas strategi pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang di sekitar KPI Kabupaten Luwu Timur bersifat dinamis dan kompleks, ditandai oleh tingginya tekanan pertambangan dan industri, pertumbuhan aktivitas pendukung kawasan, serta ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan RTRW, termasuk tumpang tindih PKKPR/RKKPR. Faktor penyebab utama meliputi tekanan ekonomi dan investasi, ketidaksinkronan tata ruang dan perizinan, lemahnya pengawasan, keterbatasan kelembagaan, serta konflik penguasaan lahan. Strategi pengendalian yang diprioritaskan meliputi percepatan penyusunan RDTR, penguatan koordinasi dan integrasi data, peningkatan pengawasan, serta penguatan sosialisasi dan penegakan hukum. This study aims to analyze the existing condition of spatial utilization around the Industrial Allocation Area (KPI) in Luwu Timur Regency, identify the factors causing spatial utilization deviation, and formulate effective and implementable control strategies. The study employed a mixed-method approach with a descriptive-analytical design and a case study strategy. The analysis included spatial analysis to assess conformity between actual land use and the spatial plan, descriptive qualitative analysis to identify the causes of deviation, and SWOT-AHP analysis to formulate and prioritize control strategies. The findings show that spatial utilization around the KPI in Luwu Timur is dynamic and complex, characterized by strong mining and industrial pressures, the growth of supporting activities, and inconsistencies with the spatial plan, including overlapping PKKPR/RKKPR permits. The main causal factors include economic and investment pressure, lack of synchronization between spatial planning and licensing, weak supervision, limited institutional capacity, and land tenure conflicts. The priority control strategies include accelerating RDTR preparation, strengthening coordination and data integration, improving supervision, and reinforcing public outreach and law enforcement.
Representasi Kota Dalam Perspektif Generasi Z Di Kota Kendari Aziz Syahban; Erwin Amri; Apriana Toding
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7629

Abstract

Penelitian ini menyoroti bagaimana Generasi Z merepresentasikan Kota Kendari melalui dua ranah, dimensi fisik dan digital. Fokus analisis diarahkan pada pengaruh karakteristik demografi, pengalaman berinteraksi dengan kota, serta pemanfaatan teknologi digital. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain eksplanatif. Data diperoleh dari survei terhadap 136 responden Generasi Z, yang terdiri atas pelajar SMA, mahasiswa, dan pekerja muda, dengan teknik pengambilan sampel acak. Proses analisis dilakukan menggunakan model regresi linear berganda dan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi fisik kota terutama ditunjukkan melalui keberadaan landmark seperti Masjid Agung Al Alam, Jembatan Bahteramas. Sebaliknya, representasi digital terbentuk kuat melalui aktivitas media sosial. Faktor demografi terbukti berpengaruh signifikan terhadap representasi fisik, sementara pengalaman kota tidak memberikan pengaruh. Di sisi lain, penggunaan teknologi digital memiliki peran dominan dalam membangun representasi baik fisik maupun digital. Temuan ini menegaskan adanya pergeseran paradigma representasi perkotaan di era digital, di mana identitas kota terbentuk dari keterkaitan antara ruang nyata dengan ruang digital. This study highlights how Generation Z represents Kendari City through two domains: the physical and digital dimensions. The analysis focuses on the influence of demographic characteristics, experiences interacting with the city, and the use of digital technology. The research approach used is quantitative with an explanatory design. Data were obtained from a survey of 136 Generation Z respondents, consisting of high school students, university students, and young workers, using a random sampling technique. The analysis process was conducted using multiple linear regression models and path analysis. The results show that the physical representation of the city is primarily demonstrated through the presence of landmarks such as the Al Alam Grand Mosque and the Bahteramas Bridge. In contrast, digital representation is strongly formed through social media activity. Demographic factors are proven to have a significant influence on physical representation, while city experience has no effect. On the other hand, the use of digital technology plays a dominant role in constructing both physical and digital representations. These findings confirm a paradigm shift in urban representation in the digital era, where city identity is formed from the relationship between real and digital spaces.