Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA BERBASIS SPREADSHEET SERTA PROMOSI DIGITAL PADA RUMAH MAKAN TEUN UWA Khalisya Putri Koeswanti; Natatsa Salsabila; Revant Ibrani Haposan Sinaga; Samuel Theodorus Wangsa; Yoana Khairunissa Santi; Adjie Hartadji Achmad; Mimin Widaningsih
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 6 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i6.4046

Abstract

Usaha kuliner skala kecil kerap menghadapi dua permasalahan utama, yaitu sistem pencatatan keuangan yang belum terstandarisasi dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi digital yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu Rumah Makan Teun Uwa dalam memperbaiki sistem pencatatan keuangan berbasis spreadsheet serta meningkatkan promosi digital melalui media sosial. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Makan Teun Uwa, Bandung, dari bulan Februari hingga Mei 2026, dengan melibatkan pemilik usaha dan kasir sebagai mitra pendampingan. Metode yang digunakan terdiri atas tiga tahapan, yaitu perencanaan melalui observasi dan wawancara, pelaksanaan pendampingan, serta pemantauan dan evaluasi. Pada aspek pencatatan keuangan, tim menyusun template rekap bulanan berformula otomatis dan memperbaiki format pencatatan harian kasir. Pemilik usaha dan kasir mampu menggunakan kedua instrumen tersebut secara mandiri. Pada aspek promosi digital, frekuensi unggahan konten meningkat dari satu hingga dua kali per bulan menjadi satu hingga dua kali per minggu. Jumlah pengikut Instagram meningkat sebesar 17,13%, pengikut TikTok meningkat sebesar 76,92%, dan rata-rata tayangan konten naik sebesar 14,34%. Pendampingan ini terbukti meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan keuangan sederhana dan pemasaran digital secara berkelanjutan.
Pengelolaan Risiko pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Analisis Persepsi Penerima Manfaat Terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) Balqis Naura Izzati; Lovina Sherry Hidayat; Samuel Theodorus Wangsa; Aristanti Widyaningsih; Rozmita Dewi Yuniarti
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.982

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu kebijakan prioritas pemerintah saat ini yang dibuat untuk meningkatkan gizi masyarakat, serta membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif yang direalisasikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dasar penelitian ini dikarenakan kurangnya sistem manajemen risiko pada SPPG dan adanya perbedaan antara persepsi publik dengan pengalaman nyata penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan risiko operasional SPPG, persepsi penerima manfaat terkait program MBG, serta merumuskan rekomendasi perbaikan tata kelola program. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap sembilan (9) narasumber, meliputi kepala SPPG, PLO keuangan, PLO gizi, yayasan/mitra SPPG, serta dua (2) siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tiga (3) siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai penerima manfaat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan yang kemudian dianalisis dengan pendekatan tematik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan SPPG Sukahaji telah mengimplementasikan standar operasional yang ketat mencakup verifikasi lokasi, sinkronisasi data penerima, serta pemantauan mutu melalui inspeksi mendadak oleh PLO Gizi. Penerima manfaat menyatakan kepuasan tinggi terhadap cita rasa, kebersihan, dan ketepatan distribusi. Namun ditemukan tantangan struktural berupa kepadatan unit SPPG dalam satu wilayah yang menurunkan efisiensi operasional. Disimpulkan bahwa efektivitas SPPG Sukahaji perlu didukung regulasi zonasi dan pembatasan pendirian unit baru berbasis pemetaan kebutuhan.
Pengelolaan Risiko pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Analisis Persepsi Penerima Manfaat Terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) Balqis Naura Izzati; Lovina Sherry Hidayat; Samuel Theodorus Wangsa; Aristanti Widyaningsih; Rozmita Dewi Yuniarti
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.982

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu kebijakan prioritas pemerintah saat ini yang dibuat untuk meningkatkan gizi masyarakat, serta membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif yang direalisasikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dasar penelitian ini dikarenakan kurangnya sistem manajemen risiko pada SPPG dan adanya perbedaan antara persepsi publik dengan pengalaman nyata penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan risiko operasional SPPG, persepsi penerima manfaat terkait program MBG, serta merumuskan rekomendasi perbaikan tata kelola program. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap sembilan (9) narasumber, meliputi kepala SPPG, PLO keuangan, PLO gizi, yayasan/mitra SPPG, serta dua (2) siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tiga (3) siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai penerima manfaat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan yang kemudian dianalisis dengan pendekatan tematik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan SPPG Sukahaji telah mengimplementasikan standar operasional yang ketat mencakup verifikasi lokasi, sinkronisasi data penerima, serta pemantauan mutu melalui inspeksi mendadak oleh PLO Gizi. Penerima manfaat menyatakan kepuasan tinggi terhadap cita rasa, kebersihan, dan ketepatan distribusi. Namun ditemukan tantangan struktural berupa kepadatan unit SPPG dalam satu wilayah yang menurunkan efisiensi operasional. Disimpulkan bahwa efektivitas SPPG Sukahaji perlu didukung regulasi zonasi dan pembatasan pendirian unit baru berbasis pemetaan kebutuhan.