Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Risiko pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Analisis Persepsi Penerima Manfaat Terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) Balqis Naura Izzati; Lovina Sherry Hidayat; Samuel Theodorus Wangsa; Aristanti Widyaningsih; Rozmita Dewi Yuniarti
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.982

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu kebijakan prioritas pemerintah saat ini yang dibuat untuk meningkatkan gizi masyarakat, serta membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif yang direalisasikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dasar penelitian ini dikarenakan kurangnya sistem manajemen risiko pada SPPG dan adanya perbedaan antara persepsi publik dengan pengalaman nyata penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan risiko operasional SPPG, persepsi penerima manfaat terkait program MBG, serta merumuskan rekomendasi perbaikan tata kelola program. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap sembilan (9) narasumber, meliputi kepala SPPG, PLO keuangan, PLO gizi, yayasan/mitra SPPG, serta dua (2) siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tiga (3) siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai penerima manfaat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan yang kemudian dianalisis dengan pendekatan tematik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan SPPG Sukahaji telah mengimplementasikan standar operasional yang ketat mencakup verifikasi lokasi, sinkronisasi data penerima, serta pemantauan mutu melalui inspeksi mendadak oleh PLO Gizi. Penerima manfaat menyatakan kepuasan tinggi terhadap cita rasa, kebersihan, dan ketepatan distribusi. Namun ditemukan tantangan struktural berupa kepadatan unit SPPG dalam satu wilayah yang menurunkan efisiensi operasional. Disimpulkan bahwa efektivitas SPPG Sukahaji perlu didukung regulasi zonasi dan pembatasan pendirian unit baru berbasis pemetaan kebutuhan.
Pengelolaan Risiko pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Analisis Persepsi Penerima Manfaat Terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) Balqis Naura Izzati; Lovina Sherry Hidayat; Samuel Theodorus Wangsa; Aristanti Widyaningsih; Rozmita Dewi Yuniarti
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.982

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu kebijakan prioritas pemerintah saat ini yang dibuat untuk meningkatkan gizi masyarakat, serta membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif yang direalisasikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dasar penelitian ini dikarenakan kurangnya sistem manajemen risiko pada SPPG dan adanya perbedaan antara persepsi publik dengan pengalaman nyata penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan risiko operasional SPPG, persepsi penerima manfaat terkait program MBG, serta merumuskan rekomendasi perbaikan tata kelola program. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap sembilan (9) narasumber, meliputi kepala SPPG, PLO keuangan, PLO gizi, yayasan/mitra SPPG, serta dua (2) siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tiga (3) siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai penerima manfaat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan yang kemudian dianalisis dengan pendekatan tematik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan SPPG Sukahaji telah mengimplementasikan standar operasional yang ketat mencakup verifikasi lokasi, sinkronisasi data penerima, serta pemantauan mutu melalui inspeksi mendadak oleh PLO Gizi. Penerima manfaat menyatakan kepuasan tinggi terhadap cita rasa, kebersihan, dan ketepatan distribusi. Namun ditemukan tantangan struktural berupa kepadatan unit SPPG dalam satu wilayah yang menurunkan efisiensi operasional. Disimpulkan bahwa efektivitas SPPG Sukahaji perlu didukung regulasi zonasi dan pembatasan pendirian unit baru berbasis pemetaan kebutuhan.