Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan model pembelajaran Environmental Learning yang layak dalam meningkatkan kemampuan Self Regulated Learning peserta didik kelas VI pada pembelajaran IPA di SD Negeri Osiloa serta mengetahui kepraktisan dan keefektifannya. Model yang dihasilkan ini diharapkan dapat membantu peserta didik mengelola pembelajaran secara mandiri melalui pengalaman belajar berbasis lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Osiloa dengan subjek penelitian peserta didik kelas VI. Sumber data diperoleh dari peserta didik, guru,kajian pustaka dan ahli (validator). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar validasi model, angket respons guru dan peserta didik, serta lembar observasi kemampuan SRL peserta didik. Validitas instrumen diuji melalui validasi ahli model, sedangkan kepraktisan model menggunakan angket yang diisi oleh guru dan peserta didik. Selanjutnya, keefektifan model dalam meningkatkan kemampuan Self Regulated Learning (SRL) diukur dengan penilaian hasil belajar dan kuesioner SRL. Analisis data penelitian menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Environmental Learning yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan Self Regulated Learning peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi ahli yang berada pada kategori sangat valid, respons positif dari guru dan peserta didik, serta adanya peningkatan pada aspek metakognitif, motivasi, perilaku, dan hasil belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Environmental Learning layak digunakan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya di SD Negeri Osiloa. Disarankan kepada guru untuk mengimplementasikan model ini secara berkelanjutan dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, serta bagi peneliti selanjutnya untuk menguji model ini pada konteks yang lebih luas.