Alisa Putri Gunawan
Institut Pertanian Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN EKONOMI SIRKULAR SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PERMASALAHAN SAMPAH DI PELABUHAN PERIKANAN: Circular Economy Approach as a Solution for Waste Management in Fishing Ports Retno Muninggar; Alisa Putri Gunawan; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 Agustus 2025 - Januari 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v11i1.233

Abstract

Upaya penanganan sampah telah dilakukan oleh Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Jakarta, namun sebagian besar sampah masih berakhir di tempat pembuangan akhir sehingga belum mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Penelitian ini membahas penanganan sampah di pelabuhan perikanan melalui pendekatan ekonomi sirkular sebagai solusi alternatif. Pendekatan tersebut mengubah paradigma konvensional produksi-konsumsi-buang menjadi produksi-konsumsi-gunakan kembali. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis dan volume sampah yang dihasilkan, mengkaji potensi ekonomi sirkular dari sampah di pelabuhan, serta mensimulasikan nilai tambah produk hasil daur ulang. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan penentuan responden secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah di PPSNZ terdiri atas 23% sampah organik dan 77% sampah anorganik yang didominasi plastik. Sampah anorganik berpotensi diolah menjadi biji plastik, paving block, dan bahan konstruksi, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi tepung ikan, umpan, suplemen makanan, kosmetik, hingga farmasi. Simulasi menunjukkan pengolahan sampah plastik menjadi biji plastik memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dan berpotensi meningkatkan keuntungan industri daur ulang secara berkelanjutan.