Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INVENTARISASI PENCEMAR SEMPADAN SUNGAI PESAGUAN BERDASARKAN TUTUPAN LAHAN DAS PESAGUAN DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR PERMUKAAN Boy Rangga; Rurika Widya Ningrum Palureng; Liany Ayu Catherine; Hervian Handika Sugasta; Doddy Cahyadi Saputra; Febby Ekamukti Andini
Hexagon Vol 7 No 2 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i2.7182

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Pesaguan di Kabupaten Ketapang berperan penting sebagai sumber air permukaan bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Namun, meningkatnya tekanan pemanfaatan lahan di wilayah DAS dan sempadan sungai berpotensi menurunkan kualitas air Sungai Pesaguan. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mengidentifikasi sumber pencemar Sungai Pesaguan berdasarkan karakteristik tutupan lahan DAS Pesaguan untuk mendukung pengelolaan kualitas air permukaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan data tutupan lahan dan informasi aktivitas pemanfaatan ruang. Pendekatan spasial digunakan untuk menggambarkan sebaran sumber pencemar dan potensi tekanan terhadap kualitas air sungai. Analisis tutupan lahan dilakukan pada wilayah DAS dan sempadan sungai untuk mengidentifikasi potensi sumber pencemar dari aktivitas pertanian, perkebunan, dan permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah sempadan Sungai Pesaguan seluas ±3.334,70 ha didominasi pertanian lahan kering campur seluas ±2.478,30 ha (74,32%), diikuti pertanian lahan kering ±45,17 ha (1,35%) dan pertanian lahan basah ±5,89 ha (0,18%). Aktivitas permukiman mencakup ±19,33 ha (0,58%), sedangkan perkebunan berpotensi menimbulkan dampak pencemaran lokal. Dominasi aktivitas pertanian menunjukkan bahwa sumber pencemar non-titik menjadi tekanan utama kualitas air permukaan, sementara permukiman berkontribusi sebagai sumber pencemar titik berupa limbah domestik. Penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan kualitas air Sungai Pesaguan secara terintegrasi berbasis tutupan lahan.
Penanganan Sistem Drainase Parit M. Sohor Di Kota Pontianak Doddy Cahyadi Saputra; Fairuz Adibah; Hervian Handika Sugasta; Dimas Puji Santosa; Boy Rangga
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 11, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v11i2.12855

Abstract

High intensity rainfall that occurs can cause puddles if the condition of the drainage system is not well maintained. The development of Pontianak City Infrastructure has resulted in land use changes that was originally in the form of vacant land converted into residential areas or other economic activities. The existing condition of the drainage channel at M. Sohor Road is not able to accommodate rainwater discharge in the rainy season. In the existing conditions for land use, there is no rainwater catchment area. The management of floods with arranging the drainage system has been ineffective so we need an environmentally drainage system arrangement concept.  Identification of the hydrological and hydrolic conditions that exist in the catchment area of the M. Sohor channel is required. The hydrological analysis in this study includes testing the consistency of rainfall data in Pontianak City, selecting a rain distribution that matches the rainfall data pattern, calculating the time concentration, rainfall intensity and the total discharge from domestic discharge and design discharge of 2, 5, 10 years. The hydraulic analysis in this study includes the design of a channel cross section design as a channel normalization plan. The total flow discharge in M.Sohor channel for a 2-year return period is 2.22 m3/s, a 5-year return period of 2.75 m3/s and a 10-year return period of 3.09 m3/s. Environmental insight drainage can be done by planting shrub plants that can reduce air pollution such as Croton and Bougainvillea, arranging M. Sohor Road to be friendly with pedestrians controlling excess rainwater discharge caused by the rain process through rain water harvesting techniques.