Daerah Aliran Sungai (DAS) Pesaguan di Kabupaten Ketapang berperan penting sebagai sumber air permukaan bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Namun, meningkatnya tekanan pemanfaatan lahan di wilayah DAS dan sempadan sungai berpotensi menurunkan kualitas air Sungai Pesaguan. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mengidentifikasi sumber pencemar Sungai Pesaguan berdasarkan karakteristik tutupan lahan DAS Pesaguan untuk mendukung pengelolaan kualitas air permukaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan data tutupan lahan dan informasi aktivitas pemanfaatan ruang. Pendekatan spasial digunakan untuk menggambarkan sebaran sumber pencemar dan potensi tekanan terhadap kualitas air sungai. Analisis tutupan lahan dilakukan pada wilayah DAS dan sempadan sungai untuk mengidentifikasi potensi sumber pencemar dari aktivitas pertanian, perkebunan, dan permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah sempadan Sungai Pesaguan seluas ±3.334,70 ha didominasi pertanian lahan kering campur seluas ±2.478,30 ha (74,32%), diikuti pertanian lahan kering ±45,17 ha (1,35%) dan pertanian lahan basah ±5,89 ha (0,18%). Aktivitas permukiman mencakup ±19,33 ha (0,58%), sedangkan perkebunan berpotensi menimbulkan dampak pencemaran lokal. Dominasi aktivitas pertanian menunjukkan bahwa sumber pencemar non-titik menjadi tekanan utama kualitas air permukaan, sementara permukiman berkontribusi sebagai sumber pencemar titik berupa limbah domestik. Penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan kualitas air Sungai Pesaguan secara terintegrasi berbasis tutupan lahan.