Latar Belakang: Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus (DM) tipe 2 yang berperan penting dalam terjadinya ulkus diabetikum akibat menurunnya sensasi protektif pada ekstremitas bawah. Identifikasi hubungan keduanya diperlukan sebagai dasar upaya pencegahan komplikasi kaki diabetik. Tujuan: Menganalisis hubungan riwayat neuropati dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien DM tipe 2 di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 36 pasien DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Riwayat neuropati dinilai menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), sedangkan derajat ulkus diabetikum diklasifikasikan berdasarkan kondisi klinis pasien. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (61,1%), berusia 56–65 tahun (41,7%), memiliki riwayat neuropati positif (55,6%), dan mengalami gangren terbatas pada kaki (30,6%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat neuropati dengan kejadian ulkus diabetikum (p=0,010). Pasien dengan riwayat neuropati lebih banyak mengalami ulkus diabetikum dibandingkan pasien tanpa neuropati. Kesimpulan: Riwayat neuropati berhubungan signifikan dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien DM tipe 2. Deteksi dini neuropati, pengendalian glikemik, pemeriksaan kaki secara rutin, serta edukasi perawatan kaki diabetik perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya komplikasi.