Ni Wayan Meilyana Ari Savitri
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Discovery Learning-Based Indonesian Language Teaching Using Digital Comics as a Means of Boosting Interest in Reading Ni Rai Tikayani; Luh Putu Susilawati; Dina Fitri Rahayu; Ni Wayan Meilyana Ari Savitri; ⁠I Nyoman Sudiana; Ida Bagus Putra Yasa
International Journal of Language and Literature Vol. 9 No. 3 (2025): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijll.v9i3.98448

Abstract

Many students experience low reading motivation due to learning methods that are less interesting and less relevant to the needs of the digital age. This study aims to examine the effectiveness of Indonesian language learning based on Discovery Learning, assisted by digital comic media, in increasing reading interest among fifth-grade elementary school students. The research method is a one-shot case study involving 30 fifth-grade students. The research instruments were reading interest tests and observations of learning activities. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics in SPSS version 25.0. The results showed a significant increase in reading interest after the implementation of Discovery Learning-based instruction using digital comics. The average reading interest score increased from 62.40 to 81.23 with a standard deviation of 7.85. These findings indicate that digital comic media can facilitate a more interactive learning process and motivate students to be active in reading activities. In addition, the Discovery Learning approach provides space for students to learn independently, critically, and creatively, so that reading interest develops sustainably. This study has implications for teachers to integrate innovative learning methods and digital media into Indonesian language learning to foster a culture of literacy in elementary schools.
Pembelajaran PKN Berbasis Pendekatan Konstruktivistik sebagai upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Nilai-Nilai Moral PKN Ni Wayan Meilyana Ari Savitri; Dewa Bagus Sanjaya; Nengah Swastika
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i4.98293

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai kendala dalam proses pembelajaran PKN di tingkat sekolah dasar, terutama terkait rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai moral PKN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pendekatan konstruktivistik dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) sebagai strategi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai moral di kelas 3 SD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain one-shot case study, di mana perlakuan dilakukan satu kali pertemuan tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas 3 yang berjumlah 32 orang, yang mengikuti pembelajaran PKN dengan pendekatan konstruktivistik menggunakan media kontekstual dan kegiatan eksploratif. Data dikumpulkan melalui instrumen berupa tes pemahaman nilai moral, lembar observasi keterlibatan siswa, serta dokumentasi hasil kerja siswa. Metode analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif (kuantitatif) dan analisis kualitatif deskriptif dengan triangulasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman siswa berada pada kategori tinggi. Observasi juga menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran PKN dengan pendekatan konstruktivistik memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa terhadap nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan konstruktivistik secara luas dalam pembelajaran PKN sebagai upaya penguatan karakter di sekolah dasar.