Penelitian ini menganalisis profil sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan berdasarkan pekerjaan pokok dan pekerjaan sampingan di wilayah Hutan Pendidikan Hampangen Universitas Palangka Raya. Masyarakat pedesaan menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, namun pendapatan dari sektor ini sering kali tidak stabil akibat fluktuasi harga komoditas, musim tanam, dan kondisi lingkungan. Pekerjaan sampingan menjadi strategi dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara pekerjaan pokok dan pekerjaan sampingan serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial yang mempengaruhi pilihan pekerjaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh dari 46 responden melalui kuesioner serta wawancara semi-terstruktur. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar responden berprofesi di sektor pertanian, khususnya sebagai petani kelapa sawit, karet, dan tanaman pangan. Pekerjaan sampingan yang dilakukan adalah pembibitan sawit, perdagangan kecil, buruh lepas, dan kegiatan ekonomi informal lainnya. Data penelitian bahwa 65,2% responden menyatakan bahwa pekerjaan sampingan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan rumah tangga dan membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan. Faktor sosial seperti tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan jumlah tanggungan turut mempengaruhi pilihan pekerjaan masyarakat. Pekerjaan sampingan berperan dalam diversifikasi sumber pendapatan serta meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga masyarakat pedesaan.