Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) merupakan salah satu bentuk kebijakan publik di bidang perumahan yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Rutilahu di Desa Dampit Kecamatan Cicalengka serta mengkaji dampaknya terhadap peningkatan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi sumber. Analisis implementasi menggunakan teori George C. Edwards III yang mencakup empat dimensi yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi komunikasi dan struktur birokrasi telah berjalan cukup efektif melalui mekanisme berjenjang yang melibatkan RT, RW, BPD, dan aparatur desa, meskipun masih ditemukan kesalahpahaman sebagian warga mengenai mekanisme program. Dimensi disposisi menjadi kekuatan utama karena aparatur desa menunjukkan komitmen yang tinggi dan sikap proaktif dalam mendampingi penerima manfaat. Sementara itu, dimensi sumber daya menjadi tantangan paling mendasar akibat keterbatasan anggaran yang menyebabkan kesenjangan besar antara kebutuhan dan kapasitas penanganan. Meskipun demikian, program ini terbukti memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas fisik hunian, rasa aman, serta kesehatan lingkungan keluarga yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.