Fika Siti Nurfalah
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Generasi Z Dalam Menghadapi Arus Globalisasi Fika Siti Nurfalah; Sugianto Sugianto; Mohamad Rana
PEPAKEM: JURNAL HUKUM TATA NEGARA DAN POLITIK ISLAM Vol 2 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/pepakem.v2i2.147

Abstract

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara memiliki peranan penting dan fundamental dalam mengarahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua aspek kehidupan bangsa menyangkut kehidupan politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya harus mengacu dan bersandar pada Pancasila. Namun, akibat dari dampak negatif arus globalisasi dapat menggeser kebudayaan lokal, akibatnya banyak generasi Z yang berperilaku tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, kondisi seperti ini sangat mengancam nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menekankan pada data deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian disusun secara rinci sehingga dapat menjawab suatu permasalahan. Hasil pembahasan menunjukan bahwa upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dapat dilakukan dengan melakukan pendidikan Pancasila di lingkukangan keluarga, pendidikan Pancasila di lingkungan pendidikan, sosialisasi penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat dan menumbuhkan rasa nasionalisme melalui perayaan hari-hari besar. Faktor penghambat terhadap penanaman nilia-nilai Pancasila bagi generasi Z salah satunya yaitu ketidak pahaman terhadap cara pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Arus globalisasi juga menjadi penghambat penanaman nilai-nilai Pancasila, dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang memiliki dampak negatif dan positif. Kemajuan teknologi digunakan generasi Z untuk bermain game, sosial media, bahkan judi online. Hal tersebutlah yang menjadikan generasi Z malas untuk belajar, terkhusus belajar mengenai nilai-nilai Pancasila dan pengimplementasiannya.