Science learning at the Madrasah Tsanawiyah (MTs) level requires appropriate strategies that consider students’ diverse learning styles to optimize conceptual understanding and engagement. This study employed a descriptive quantitative approach aimed at identifying the learning styles of eighth-grade students at MTs Al-Anwar through a questionnaire covering three categories: visual, auditory, and kinesthetic. The results revealed that kinesthetic learning style was dominant (47.83%), followed by auditory (34.78%) and visual (17.39%), indicating that students learn more effectively through hands-on activities, direct experiences, and a combination of instructional methods such as interactive lectures, discussions, and visual media to enhance understanding, motivation, and participation. In conclusion, mapping students’ learning styles serves as an essential basis for designing varied, contextual, and differentiated science instruction to improve learning quality and student achievement effectively. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) memerlukan strategi yang tepat dengan mempertimbangkan perbedaan gaya belajar siswa agar pemahaman konsep dan keterlibatan belajar dapat meningkat secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan gaya belajar siswa kelas VIII MTs Al-Anwar melalui penyebaran angket yang mencakup tiga kategori gaya belajar, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar kinestetik mendominasi dengan persentase 47,83%, diikuti oleh auditori sebesar 34,78% dan visual sebesar 17,39%, yang mengindikasikan bahwa siswa lebih efektif memahami materi melalui aktivitas praktik, pengalaman langsung, serta kombinasi metode pembelajaran seperti ceramah interaktif, diskusi, dan penggunaan media visual guna meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemetaan gaya belajar siswa menjadi dasar penting dalam merancang pembelajaran IPA yang bervariasi, kontekstual, dan berdiferensiasi sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasil belajar siswa secara lebih efektif.