Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Batas Aurat Perempuan Saat Dipinang di Hadapan Laki-laki yang Meminangnya: Analisis Komparatif Pendekatan Jumhur Ulama dan Mazhab Zhahiriyah dalam Perspektif Ushul Fikih Syamsurizal; Shifa Syahira
Journal of Social, Educational and Religious Studies Vol. 1 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jsers.v1i3.65

Abstract

This article comprehensively examines the differences in Islamic scholars' views regarding the limits of a woman's private parts during the proposal process in front of the man who proposes to her, with a comparative focus between the Jumhur Ulama and the Zahiriyah schools. This difference is rooted in the legal istinbath methodology used by each school in understanding the texts of the Qur'an and the hadith of the Prophet Muhammad. The Jumhur Ulama limit the permissibility of looking at the woman being proposed to the face and palms, while the Zahiriyah expands this permissibility to the entire body except for the major private parts. This research uses a qualitative-descriptive approach based on literature studies with ushul fiqh and comparative analysis. The results show that the differences in opinion are caused by differences in epistemological approaches in understanding the wording of the text, between the contextual and maqashid approaches and the literal-textual approach. This article emphasizes that the opinion of the Jumhur Ulama is stronger as a guideline because it is in line with the principles of sadd al-dzari'ah, maqashid al-shari'ah, and the social reality of contemporary Muslims.
KEMUHAMMADIYAHAN : TINJAUAN HISTORIS, PRINSIP IDEOLOGIS, DAN KONTRIBUSINYA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA INDONESIA Hendri Novigator; Delvina; Syamsurizal
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1512

Abstract

Penelitian ini mengkaji Kemuhammadiyahan melalui tiga dimensi utama: historis, ideologis, dan kontributif terhadap pembangunan bangsa Indonesia. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis model Miles, Huberman & Saldaña (2014), data bersumber dari dokumen resmi PP Muhammadiyah, jurnal terakreditasi Sinta, dan literatur akademis terbitan 2018–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Muhammadiyah lahir pada 18 November 1912 sebagai gerakan reformis-modernis atas respons terhadap kemunduran umat Islam di era kolonial Belanda; (2) ideologi gerakannya berpijak pada tauhid, amar ma'ruf nahi munkar, tajdid, dan konsep Islam Berkemajuan berwawasan wasathiyah yang bersifat adaptif dan kontekstual; serta (3) kontribusinya terhadap bangsa terbukti secara empiris melalui jaringan amal usaha yang mencakup 170+ perguruan tinggi, 6.000+ sekolah, dan 400+ rumah sakit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai kemuhammadiyahan merupakan warisan ideologis yang relevan dan strategis sebagai fondasi gerakan Islam berkemajuan di Indonesia.
KEMUHAMMADIYAHAN : TINJAUAN HISTORIS, PRINSIP IDEOLOGIS, DAN KONTRIBUSINYA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA INDONESIA Hendri Novigator; Delvina; Syamsurizal
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1512

Abstract

Penelitian ini mengkaji Kemuhammadiyahan melalui tiga dimensi utama: historis, ideologis, dan kontributif terhadap pembangunan bangsa Indonesia. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis model Miles, Huberman & Saldaña (2014), data bersumber dari dokumen resmi PP Muhammadiyah, jurnal terakreditasi Sinta, dan literatur akademis terbitan 2018–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Muhammadiyah lahir pada 18 November 1912 sebagai gerakan reformis-modernis atas respons terhadap kemunduran umat Islam di era kolonial Belanda; (2) ideologi gerakannya berpijak pada tauhid, amar ma'ruf nahi munkar, tajdid, dan konsep Islam Berkemajuan berwawasan wasathiyah yang bersifat adaptif dan kontekstual; serta (3) kontribusinya terhadap bangsa terbukti secara empiris melalui jaringan amal usaha yang mencakup 170+ perguruan tinggi, 6.000+ sekolah, dan 400+ rumah sakit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai kemuhammadiyahan merupakan warisan ideologis yang relevan dan strategis sebagai fondasi gerakan Islam berkemajuan di Indonesia.