Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMUHAMMADIYAHAN : TINJAUAN HISTORIS, PRINSIP IDEOLOGIS, DAN KONTRIBUSINYA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA INDONESIA Hendri Novigator; Delvina; Syamsurizal
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1512

Abstract

Penelitian ini mengkaji Kemuhammadiyahan melalui tiga dimensi utama: historis, ideologis, dan kontributif terhadap pembangunan bangsa Indonesia. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis model Miles, Huberman & Saldaña (2014), data bersumber dari dokumen resmi PP Muhammadiyah, jurnal terakreditasi Sinta, dan literatur akademis terbitan 2018–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Muhammadiyah lahir pada 18 November 1912 sebagai gerakan reformis-modernis atas respons terhadap kemunduran umat Islam di era kolonial Belanda; (2) ideologi gerakannya berpijak pada tauhid, amar ma'ruf nahi munkar, tajdid, dan konsep Islam Berkemajuan berwawasan wasathiyah yang bersifat adaptif dan kontekstual; serta (3) kontribusinya terhadap bangsa terbukti secara empiris melalui jaringan amal usaha yang mencakup 170+ perguruan tinggi, 6.000+ sekolah, dan 400+ rumah sakit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai kemuhammadiyahan merupakan warisan ideologis yang relevan dan strategis sebagai fondasi gerakan Islam berkemajuan di Indonesia.
KEMUHAMMADIYAHAN : TINJAUAN HISTORIS, PRINSIP IDEOLOGIS, DAN KONTRIBUSINYA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA INDONESIA Hendri Novigator; Delvina; Syamsurizal
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1512

Abstract

Penelitian ini mengkaji Kemuhammadiyahan melalui tiga dimensi utama: historis, ideologis, dan kontributif terhadap pembangunan bangsa Indonesia. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis model Miles, Huberman & Saldaña (2014), data bersumber dari dokumen resmi PP Muhammadiyah, jurnal terakreditasi Sinta, dan literatur akademis terbitan 2018–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Muhammadiyah lahir pada 18 November 1912 sebagai gerakan reformis-modernis atas respons terhadap kemunduran umat Islam di era kolonial Belanda; (2) ideologi gerakannya berpijak pada tauhid, amar ma'ruf nahi munkar, tajdid, dan konsep Islam Berkemajuan berwawasan wasathiyah yang bersifat adaptif dan kontekstual; serta (3) kontribusinya terhadap bangsa terbukti secara empiris melalui jaringan amal usaha yang mencakup 170+ perguruan tinggi, 6.000+ sekolah, dan 400+ rumah sakit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai kemuhammadiyahan merupakan warisan ideologis yang relevan dan strategis sebagai fondasi gerakan Islam berkemajuan di Indonesia.