Nurnaningsih
Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

A Model of Fiction Text Teaching Materials Based on Local Wisdom as an Effort to Improve Reading Literacy in Elementary Schools Sularno; Mukti Widayati; Nurnaningsih
Journal of Education Action Reseach Vol 10 No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v10i1.103353

Abstract

Teaching materials for learning to read fictional texts in elementary schools have not yet demonstrated how to construct phenomena in everyday life that embody local wisdom. This study aims to analyze the need for developing teaching materials for fictional texts based on local wisdom in reading instruction, test their feasibility and effectiveness in elementary schools worldwide, and evaluate their impact on student learning. The method used is Research and Development (R&D). The selected elementary schools are located in different areas and serve grade IV, with 61 students as subjects in this study. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, then analyzed qualitatively and quantitatively. The results showed that teaching materials for fictional texts based on local wisdom were considered highly feasible, with scores of 88 from the validator, 92 from material and language experts, and 96 from media experts. A limited trial yielded an average student score of 85, which increased to 89.3 in a large-scale trial. These results are supported by statistical testing using a one-way ANOVA, which yielded a p-value of 0.036. Based on the study's results, it was concluded that teaching materials for fictional texts were developed by applying attractive visual design principles, in accordance with learners' background needs in reading. The implications include students' interest in understanding real phenomena through local wisdom, practical and systematic grammar, and the integration of local culture.
Artikel Directive Speech Acts in the Context of Learning: Analysis of the Principle of Cooperation as a Strengthening of Communication Ethics Syamsiyah Sitisyam; Sudiyana B.; Nurnaningsih
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 8 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v8i2.104107

Abstract

Primary school Indonesian language instruction still faces challenges in fostering effective communication ethics through teacher student interactions. This study aims to analyze directive speech acts and the application of the cooperative principle in strengthening communication ethics in Indonesian language learning. A qualitative case study design was employed, involving teachers and students as participants, with data collected through participant observation, semi structured interviews, and document analysis of classroom interactions. A total of 40 speech acts were analyzed interactively using Miles and Huberman’s model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source and method triangulation. The findings identified three classifications of directive speech acts: from teacher to students, students to teacher, and among students, realized through requesting, questioning, and suggesting. The cooperative principle, particularly the maxims of relevance and quantity, dominated teacher interactions, effectively reinforcing communication ethics. The results indicate that consistent application of the cooperative principle enhances politeness, mutual respect, and the ability to maintain positive social relationships in classroom interactions. The study highlights the importance of integrating the cooperative principle in developing pragmatic materials and teaching communication ethics, thereby fostering a culture of effective and civilized communication in primary education.
Optimalisasi Pembelajaran Menulis Narasi Melalui Bahan Ajar Cerita Bergambar untuk Siswa Sekolah Dasar Tri Mulyani; Mukti Widayati; Nurnaningsih
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 3 (2025): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i3.93692

Abstract

Menulis merupakan kemampuan sering dianggap sulit terutama bagi pembaca yang memiliki minat rendah. Hal ini menyebabkan banyak siswa yang memiliki keterampilan menulis yang rendah. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan bahan ajar cerita bergambar untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas IV Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian yaitu ahli media dan materi pembelajaran, serta uji kepraktisan dilakukan oleh guru. Subjek uji coba yaitu siswa kelas IV yang berjumlah 45 siswa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu angket atau kuesioner, observasi atau pengamatan dan tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa kuesioner dan soal tes. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu penilaian yang diberikan oleh ahli media mendapatkan hasil 87,80% (sangat layak) dan ahli materi mendapatkan hasil 83,58% (sangat layak). Secara keseluruhan, hasil validasi dari para ahli mencapai 85,69% (sangat layak). Hasil uji coba skala kecil pada siswa yaitu 81,20% (sangat praktis) dan uji coba lapangan 83,56% (sangat praktis). Hasil uji keefektifan menunjukan peningkatan. Disimpulkan bahwa bahan ajar cerita bergambar layak digunakan dalam pembelajaran dan meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas IV Sekolah Dasar.
Pembelajaran Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Video Animasi Sami Hastuti; Mukti Widayati; Nurnaningsih
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i4.98584

Abstract

Keterampilan berbicara anak usia dini masih menghadapi kendala pada aspek fonologi dan morfologi yang belum terintegrasi secara menyeluruh dalam pembelajaran. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya pemahaman anak dalam melafalkan bunyi bahasa sesuai kaidah kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran keterampilan berbicara anak usia dini dengan mengidentifikasi capaian hasil belajar, mengevaluasi hambatan yang muncul, serta merumuskan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru dan 20 anak usia dini sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan format analisis dokumen. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan berbicara berbasis audiovisual mampu meningkatkan pemahaman anak dalam mengklasifikasikan fonem dan morfem sebagai unsur pembentuk bahasa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa media animasi dapat menjadi solusi efektif dalam mengembangkan keterampilan berbicara anak usia dini serta memperkuat peran guru dalam mendukung pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Implikasi penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan media audiovisual dapat menjadi strategi inovatif untuk membentuk generasi yang adaptif dan unggul di era globalisasi.