Abstrak Obesitas pada kalangan mahasiswa telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius seiring dengan perubahan transisi gaya hidup di lingkungan kampus. Faktor utama yang diduga kuat berkontribusi terhadap fenomena ini adalah meningkatnya perilaku sedenter dan tingginya konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sedentary lifestyle dan kebiasaan makan junk food dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Universitas Nurul Jadid. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 380 mahasiswa Universitas Nurul Jadid dengan jumlah sampel sebanyak 184 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner untuk mengukur gaya hidup sedenter dan pola makan junk food, serta pengukuran antropometri untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat gaya hidup sedenter yang tinggi (54,9%), kebiasaan konsumsi junk food yang tinggi (51,6%), serta mengalami obesitas (51,1%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary lifestyle dengan obesitas (r = –0,127; p = 0,086) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan junk food dengan obesitas (r = 0,001; p = 0,986). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary lifestyle dan kebiasaan makan junk food dengan kejadian obesitas pada mahasiswa. Hal ini mengindikasikan bahwa obesitas pada mahasiswa kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain yang bersifat multifaktorial, seperti genetik, metabolisme, dan faktor lingkungan. Oleh karena itu, tetap diperlukan upaya promosi kesehatan terkait peningkatan aktivitas fisik dan edukasi gizi seimbang di lingkungan universitas guna menekan angka kejadian obesitas pada mahasiswa. Abstract Obesity among university students has become a serious public health concern due to lifestyle transitions in the campus environment. The main factors strongly suspected of contributing to this phenomenon are increased sedentary behavior and high consumption of fast food. This study aimed to analyze the relationship between sedentary lifestyle and junk food consumption habits and the incidence of obesity among students at Nurul Jadid University. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of 380 students at Nurul Jadid University, with a sample of 184 respondents selected using a simple random sampling technique. The research instruments included questionnaires to assess sedentary lifestyle and junk food consumption patterns, as well as anthropometric measurements to determine Body Mass Index (BMI). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that the majority of respondents had a high level of sedentary lifestyle (54.9%), high junk food consumption habits (51.6%), and were classified as obese (51.1%). The statistical analysis indicated that there was no significant relationship between sedentary lifestyle and obesity (r = –0.127; p = 0.086), and no significant relationship between junk food consumption habits and obesity (r = 0.001; p = 0.986). In conclusion, there is no significant relationship between sedentary lifestyle and junk food consumption habits and the incidence of obesity among students. These findings suggest that obesity among students is likely influenced by other multifactorial factors, such as genetic, metabolic, and environmental factors. Therefore, health promotion efforts focusing on increasing physical activity and providing balanced nutrition education are still necessary in the university setting to reduce the incidence of obesity among students.