Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENENTUAN KOMODITAS PERKEBUNAN RAKYAT UNGGULAN DI KABUPATEN PULANG PISAU Wispa Agustia; Andreas Sitanggang
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v12i1.245

Abstract

Pengembangan perkebunan rakyat yang efektif memerlukan identifikasi komoditas unggulan berbasis keunggulan komparatif wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas perkebunan rakyat unggulan di Kabupaten Pulang Pisau berdasarkan analisis Location Quotient (LQ) pada tingkat kecamatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder produksi perkebunan rakyat periode 2020–2024 yang mencakup komoditas kelapa sawit, kelapa, karet, dan kopi. Analisis LQ digunakan untuk mengidentifikasi wilayah basis dan non-basis masing-masing komoditas serta pola spesialisasi wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas unggulan utama Kabupaten Pulang Pisau dengan sebaran wilayah basis yang relatif luas, terutama di Kecamatan Sebangau Kuala, Maliku, Pandih Batu, dan Jabiren Raya. Komoditas kelapa dan karet menunjukkan keunggulan komparatif yang bersifat spesifik wilayah, di mana kelapa sangat terpusat di Kecamatan Kahayan Kuala sebagai wilayah basis utama, sedangkan karet masih berperan penting di Kecamatan Kahayan Tengah, Banama Tingang, dan Kahayan Hilir meskipun menghadapi tantangan struktural. Sementara itu, kopi merupakan komoditas unggulan lokal terbatas yang memiliki keunggulan komparatif sangat tinggi namun terlokalisasi, terutama di Kecamatan Maliku, dengan potensi pengembangan terbatas di Kecamatan Pandih Batu. Temuan ini menegaskan bahwa penentuan komoditas unggulan perkebunan rakyat tidak dapat dilakukan secara seragam di seluruh wilayah, sehingga pendekatan pengembangan berbasis keunggulan komparatif dan diferensiasi wilayah diperlukan agar kebijakan pengembangan perkebunan rakyat lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
PENENTUAN KOMODITAS PERKEBUNAN RAKYAT UNGGULAN DI KABUPATEN PULANG PISAU Wispa Agustia; Andreas Sitanggang
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v12i1.245

Abstract

Pengembangan perkebunan rakyat yang efektif memerlukan identifikasi komoditas unggulan berbasis keunggulan komparatif wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas perkebunan rakyat unggulan di Kabupaten Pulang Pisau berdasarkan analisis Location Quotient (LQ) pada tingkat kecamatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder produksi perkebunan rakyat periode 2020–2024 yang mencakup komoditas kelapa sawit, kelapa, karet, dan kopi. Analisis LQ digunakan untuk mengidentifikasi wilayah basis dan non-basis masing-masing komoditas serta pola spesialisasi wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas unggulan utama Kabupaten Pulang Pisau dengan sebaran wilayah basis yang relatif luas, terutama di Kecamatan Sebangau Kuala, Maliku, Pandih Batu, dan Jabiren Raya. Komoditas kelapa dan karet menunjukkan keunggulan komparatif yang bersifat spesifik wilayah, di mana kelapa sangat terpusat di Kecamatan Kahayan Kuala sebagai wilayah basis utama, sedangkan karet masih berperan penting di Kecamatan Kahayan Tengah, Banama Tingang, dan Kahayan Hilir meskipun menghadapi tantangan struktural. Sementara itu, kopi merupakan komoditas unggulan lokal terbatas yang memiliki keunggulan komparatif sangat tinggi namun terlokalisasi, terutama di Kecamatan Maliku, dengan potensi pengembangan terbatas di Kecamatan Pandih Batu. Temuan ini menegaskan bahwa penentuan komoditas unggulan perkebunan rakyat tidak dapat dilakukan secara seragam di seluruh wilayah, sehingga pendekatan pengembangan berbasis keunggulan komparatif dan diferensiasi wilayah diperlukan agar kebijakan pengembangan perkebunan rakyat lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.