Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat keaktifan siswa dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Islam 1 Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang aktif dalam kegiatan OSIS dan ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data keaktifan OSIS diperoleh melalui angket yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,912), sedangkan data hasil belajar PAI diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keaktifan OSIS memiliki nilai rata-rata 79,80, sedangkan hasil belajar PAI memiliki nilai rata-rata 81,73. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,155 dengan nilai signifikansi p = 0,413 (> 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara keaktifan OSIS dan hasil belajar PAI, namun hubungan tersebut berada pada kategori sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, keaktifan siswa dalam organisasi sekolah tidak secara langsung berhubungan dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa capaian belajar PAI kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti motivasi belajar, regulasi diri, lingkungan keluarga, dan dukungan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap kajian pendidikan Islam mengenai hubungan antara aktivitas organisasi siswa dan capaian akademik keagamaan pada konteks sekolah Islam.