Sukari Sukari
Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keaktifan dalam Organisasi Siswa dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam: Studi Korelasional pada Sekolah Islam Aulia Rosyida; Sukari Sukari
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat keaktifan siswa dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Islam 1 Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang aktif dalam kegiatan OSIS dan ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data keaktifan OSIS diperoleh melalui angket yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,912), sedangkan data hasil belajar PAI diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keaktifan OSIS memiliki nilai rata-rata 79,80, sedangkan hasil belajar PAI memiliki nilai rata-rata 81,73. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,155 dengan nilai signifikansi p = 0,413 (> 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara keaktifan OSIS dan hasil belajar PAI, namun hubungan tersebut berada pada kategori sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, keaktifan siswa dalam organisasi sekolah tidak secara langsung berhubungan dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa capaian belajar PAI kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti motivasi belajar, regulasi diri, lingkungan keluarga, dan dukungan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap kajian pendidikan Islam mengenai hubungan antara aktivitas organisasi siswa dan capaian akademik keagamaan pada konteks sekolah Islam.
PENGARUH PEMBELAJARAN ABAWANI TERHADAP PRESTASI MATA PELAJARAN BAHASA ARAB PADA SISWA KELAS VII G SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHFIDZUL QUR’AN ABI UMMI BOYOLALI TAHUN AJARAN 2024/2025 Astri Susilowati; Sukari Sukari
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.924

Abstract

Arabic holds a central role in Islamic education as the primary medium for understanding the Qur’an and Hadith. However, in practice many students encounter difficulties in learning Arabic, resulting in relatively low achievement. One innovation applied at SMP Tahfidzul Qur’an Abi-Ummi Boyolali is the use of Abawani learning, a model based on the Kitab Abawani that emphasizes tajwid, articulation of letters, and the basic structure of Arabic. This study aims to analyze the influence of Abawani learning on the Arabic achievement of seventh-grade students in the 2024/2025 academic year. This research employed a quantitative descriptive approach with a total sampling technique involving 30 students. Abawani learning data were collected using a 20-item questionnaire, while Arabic achievement was measured from students’ semester report cards. The data were analyzed through descriptive statistics, validity and reliability tests, normality and linearity tests, and Pearson’s product-moment correlation. The results showed that Abawani learning was at a moderate category with an average score of 60, while students’ Arabic achievement was also at a moderate category with an average score of 50. Hypothesis testing yielded an r-value of 0.016, smaller than the r-table value of 0.361, indicating no significant influence of Abawani learning on Arabic achievement.