Mohamad Solihin
Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Mulia Peserta Didik Di Madrasah Aliyah Al-Muttahidah Agik Lubabun Nafis; Ahmad Khumaidi; Mohamad Solihin
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.1370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak mulia peserta didik di MA Al-Muttahidah Sentong Krejengan Probolinggo serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, wakil kepala bidang kesiswaan, dan peserta didik sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan akhlak peserta didik dilaksanakan melalui keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan, pemberian nasihat dan motivasi (mau’izhah hasanah), serta pembelajaran kontekstual yang diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran dan budaya madrasah. Guru Pendidikan Agama Islam berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan motivator dalam pembentukan karakter peserta didik. Faktor pendukung pembinaan akhlak meliputi budaya religius madrasah yang kuat, keteladanan guru, dukungan kebijakan madrasah, serta kerja sama antara guru dan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, pengaruh lingkungan sosial, penggunaan media sosial, serta perbedaan latar belakang keluarga peserta didik. Penelitian ini menemukan bahwa pembinaan akhlak tidak hanya bergantung pada satu strategi, tetapi merupakan hasil sinergi berbagai pendekatan yang diterapkan secara konsisten dalam lingkungan madrasah. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam yang integratif dapat menjadi model efektif dalam membentuk akhlak mulia peserta didik di madrasah