Dyah Nawangsari
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran PAI Berbasis Deep Learning Untuk Menumbuhkan Toleransi Muhammad Ilyas; Ubaidillah Ubaidillah; Mashudi Mashudi; Dyah Nawangsari
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.1404

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menumbuhkan sikap toleransi siswa, terutama di sekolah menengah kejuruan dengan keberagaman sosial dan budaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penguatan moderasi beragama, yang menjadi strategi penting untuk mengurangi konflik dan membangun harmoni sosial di kalangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman guru mengenai moderasi beragama, integrasinya dalam pembelajaran PAI berbasis Deep Learning, dan dampaknya terhadap sikap toleransi siswa di SMKN 5 Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian berupa guru PAI dan Budi Pekerti serta siswa kelas X dan XI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi materi pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman, dengan validasi melalui triangulasi sumber, teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami moderasi beragama sebagai sikap seimbang, adil, toleran, dan anti-ekstremisme. Integrasi nilai moderasi melalui pembelajaran PAI berbasis Deep Learning terbukti efektif menumbuhkan sikap toleransi siswa, dengan strategi seperti diskusi kelompok, problem-based learning, dan refleksi kritis. Observasi dan dokumentasi menunjukkan peningkatan perilaku siswa dalam hal komunikasi, empati, pengambilan keputusan adil, dan penghargaan terhadap perbedaan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan kombinasi moderasi beragama dan Deep Learning dapat menjadi model pedagogis yang efektif dan dapat direplikasi di sekolah menengah lain.